Kamis, 15 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 143
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II mengelar Seminar bertajuk penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), Tata Kelola Keuangan, Peningkatan Mutu Pendidikan dan PIK-R di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Kegiatan ini diikuti sebanyak 800 peserta.
"Pencegahan kekerasan"
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh satuan pendidikan atas terbentuknya TPPK. Sebab, langkah ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
"Kita menegaskan segala bentuk bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi. Sekolah harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman, perlindungan, dan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal," ujarnya, Kamis (15/1).
Iin menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan TPPK tidak dapat berdiri sendiri. Sehingga, diperlukan kolaborasi seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga peserta didik itu sendiri.
"Melalui sinergitas yang kuat, upaya pencegahan kekerasan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," terangnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter, empati, konseling sebaya, serta peran PIK-R menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang saling menghargai, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
"Saya berharap seluruh peserta dapat memperkuat pemahaman, meningkatkan komitmen, dan mengimplementasikan hasilnya secara nyata di satuan pendidikan masing-masing guna mewujudkan sekolah-sekolah di Jakarta Barat yang aman, bermutu, dan berdaya saing," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Diding Wahyudin menambahkan, kegiatan yang diikuti lebih dari 800 peserta secara daring dan luring ini bertujuan mendukung penguatan sekolah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan guna mewujudkan Indonesia Emas 2045, serta mendukung program Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam rangka mendukung Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing internasional, penciptaan lapangan kerja yang layak, serta penguatan kemitraan global yang berkelanjutan.
"Seminar ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan perwakilan 34 negara di Guangzhou, China, pada beberapa waktu lalu, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan soft skills, penguatan hard skills, serta penguasaan bahasa internasional," bebernya.
Diding memaparkan, ada beberapa poin yang menjadi bahasan dalam seminar ini, selain penguatan TPPK, ada juga peran strategis PIK-R dan Sekolah Aman. Kemudian, terkait tata kelola keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
"Semoga kegiatan ini dapat mewujudkan SDM yang unggul dan berdaya saing global dalam lingkungan pendidikan yang baik di wilayah Jakarta Barat," tandasnya.