Rabu, 14 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 175
(Foto: Anita Karyati)
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat melakukan takziyah ke rumah duka Maulida Dwi Handayani (16) dan Zaskia Apriliani (19), dua bersaudara yang kedua orang tuanya wafat saat terjadi banjir di RT 04/08, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing.
"Mendukung masa depan kalian"
Hendra menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Ia menegaskan kehadirannya juga mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, sekaligus memberikan dukungan moril dan materil kepada keduanya.
"Saya menyampaikan duka cita mendalam, simpati, dan empati dari kami semua. Kami berharap Maulida tetap kuat, tabah, dan tidak patah semangat. Kami akan hadir dan mendukung masa depan kalian," ujarnya, Rabu (14/1).
Hendra memastikan keberlanjutan pendidikan Maulida yang saat ini duduk di kelas X SMA Yapenda tetap terjamin. Ia menawarkan bantuan biaya sekolah serta memberikan opsi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri tanpa adanya paksaan.
"Kami akan bantu biaya sekolahnya. Mau tetap di Yapenda atau pindah ke sekolah negeri, silakan dipikirkan dengan tenang. Jangan pernah patah semangat,” pesannya.
Selain bantuan pendidikan, Pemerintah Kota Jakarta Utara juga memberikan satu unit komputer untuk menunjang kegiatan belajar Maulida. Bahkan, Hendra berkomitmen akan mendukung pendidikan Maulida hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam suasana haru, Hendra turut menyampaikan terima kasih kepada para tetangga dan warga sekitar yang telah membantu keluarga korban. Ia juga menitipkan kedua anak tersebut kepada sanak saudara dan lingkungan sekitar agar terus diberikan perhatian dan dukungan.
"Saya juga titip anak-anak ini kepada sanak saudara dan tetangga. Berikan perhatian dan kasih sayang. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 04/08, Kelurahan Semper Barat, Jaetun menjelaskan, kedua orang tua Maulida dan Zaskia, yakni Hadi Warno (55) dan Naning Juniarti (50) yang juga merupakan penyandang disabilitas, ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.
Keduanya diduga tersengat aliran listrik dari kulkas yang kabelnya terkelupas, saat kondisi rumah terendam banjir setinggi sekitar 50 sentimeter.
"Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Maulida sepulang sekolah dan langsung meminta bantuan warga untuk melakukan evakuasi," bebernya.
Ia menambahkan, kedua orang tua Maulida dan Zaskia telah dimakamkan di TPU Rorotan. Untuk sementara waktu, kedua anak tersebut akan tinggal bersama nenek mereka di kawasan Walang, Jakarta Utara.
Menurut Jaetun, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di tengah musim hujan dan potensi banjir yang masih tinggi di wilayah Jakarta Utara.
"Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu waspada. Kami berharap ke depan ada langkah-langkah antisipatif agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," tandasnya.