Senin, 05 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 201
(Foto: Anita Karyati)
Jumlah kasus kebakaran di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu sepanjang tahun 2025 tercatat mengalami penurunan. Berdasarkan data, tahun ini terdapat 232 kejadian kebakaran, menurun 17 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 279 kejadian.
"Kampanye pencegahan kebakaran"
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman mengatakan, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran dengan persentase mencapai 54 persen.
Ia menambahkan, untuk penyebab lainnya meliputi kebocoran gas sekitar 12 persen, pembakaran sampah delapan persen, serta faktor lain di luar itu.
"Penurunan kasus kebakaran ini merupakan hasil dari intensifikasi kampanye pencegahan kebakaran yang terus kami lakukan," ujarnya, Senin (5/1).
Gatot merinci, Kecamatan Penjaringan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak, yakni 60 kejadian, disusul Cilincing sebanyak 47 kasus kebakaran. Selanjutnya, Tanjung Priok tercatat 37 kejadian, Koja dan Kelapa Gading masing-masing 27 kejadian, serta Pademangan sebanyak 23 kejadian.
"Untuk wilayah Kepulauan Seribu Utara tercatat ada tujuh kejadian kebakaran dan Kepulauan Seribu Selatan sebanyak empat kejadian," terangnya.
Menurutnya, dari sisi objek terdampak, rumah tinggal menjadi yang paling banyak mengalami kerusakan, yaitu 86 unit. Kemudian, kios atau Ruko sebanyak 41 unit, kebakaran sampah 39 kejadian, serta sejumlah objek lainnya.
Secara keseluruhan, imbuh Gatot ratusan kejadian kebakaran itu berdampak pada 1.048 Kepala Keluarga atau sekitar 4.709 jiwa. Tercatat 14 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.
"Total kerugian material akibat kebakaran sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari Rp 63,9 miliar," ucapnya.
Gatot memastikan, pihaknya akan terus berupaya menekan angka kebakaran melalui berbagai langkah, mulai dari sosialisasi pencegahan, simulasi penanganan kebakaran, hingga kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat.
"Kami terus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya dalam penggunaan instalasi listrik dan sumber api lainnya, guna menekan potensi kebakaran ke depan," tegasnya.
Sementara itu, Lurah Kalibaru, Sukarmin menyampaikan, sepanjang tahun 2025 kasus kebakaran di wilayah kerjanya yang merupakan permukiman padat penduduk relatif terkendali dengan jumlah enam kejadian.
"Kami terus mengingatkan warga agar berhati-hati dan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Kewaspadaan bersama menjadi kunci utama mencegah kebakaran," tandasnya.