Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 168
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung resmi menutup penyelenggaraan Jakarta Festive Wonders (JFW) 2025 di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (13/1) sore.
"menyambut Natal dan Tahun Baru kali ini penuh warna,"
Event yang berlangsung sejak pertengahan Desember 2025 ini mencatatkan nilai transaksi hingga Rp15,25 triliun atau meningkat 15 persen.
"Saya meyakini bagi para pelaku dunia usaha terutama hotel, ritel, perbelanjaan, pasti mengatakan bahwa menyambut Natal dan Tahun Baru kali ini penuh warna," ujar Pramono.
Pramono mengungkapkan, JFW 2025 menjadi motor penggerak ekonomi bagi sektor ritel, perhotelan, dan pusat perbelanjaan. Selain peningkatan kunjungan ke tempat perbelanjaan, pertumbuhan pariwisata 2025 pun tercatat mengalami kenaikan 9,55 persen.
Hal ini terlihat dari tingkat okupansi perhotelan di kawasan Jakarta yang cukup tinggi. Melihat kesuksesan tersebut, Pramono pun menginstruksikan jajarannya untuk merancang festival serupa guna menyambut hari besar keagamaan mendatang, yakni Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.
Pramono mengusulkan adanya lomba lampion di gedung-gedung sepanjang jalan protokol Sudirman-Thamrin hingga kawasan Glodok untuk menyemarakkan suasana kota. Ia meyakini, kemeriahan tersebut juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta.
"Saya yakin seyakin-yakinnya para pelaku dunia usaha terutama di perbelanjaan, hotel, ritel pasti setuju. Kalau enggak setuju kebangetan," ujarnya.
Dalam acara ini, Gubernur juga menyampaikan mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tercatat per 11 Januari 2026, realisasi pajak DKI Jakarta sudah menyentuh angka Rp1,7 triliun. Menurutnya, kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha kepada pemerintah menjadi modal utama pembangunan kota.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan, kegiatan Jakarta Festive Wonders (JFW) 2025 membawa berbagai dampak positif. Selain transaksi yang mencapai Rp15,25 triliun selama perayaan Natal dan Tahun Baru, acara JFW juga mencatatkan kenaikan jumlah pengunjung sebesar 20 persen.
Sedangkan tingkat okupansi hotel di Jakarta sekitar 85-90 persen, bahkan tingkat hunian hotel di kawasan Bundaran HI mencapai 100 persen.
"Artinya, saat sekarang ini dengan adanya banyak kegiatan-kegiatan itu menekan tekanan-tekanan ekonomi, yang artinya mudah-mudahan membawa kebaikan di dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta," tandas Eli.