Selasa, 13 Januari 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 307
(Foto: doc)
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menghentikan sementara operasional kapal cepat rute Kepulauan Seribu yang berangkat dari Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
"Keselamatan penumpang adalah prioritas"
Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi cuaca buruk yang ditandai dengan curah hujan tinggi serta gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Kepala Unit Pengelola Angkutan Perairan Dishub Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Wildan Anwar mengatakan, penghentian operasional kapal cepat merupakan langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Keputusan tersebut mengacu pada data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta belum diterbitkannya izin berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke.
"Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG dan hasil pemantauan di lapangan, kondisi perairan saat ini belum memungkinkan untuk pelayaran kapal cepat menuju Kepulauan Seribu," ujarnya, Selasa (13/1).
Wildan menjelaskan, terdapat empat lintasan utama kapal cepat Dishub DKI Jakarta yang sementara tidak beroperasi. Pertama, lintasan Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Lancang-Pulau Payung-Pulau Tidung.
Kedua, lintasan Muara Angke-Pulau Untung Jawa-Pulau Pari-Pulau Panggang-Pulau Pramuka. Ketiga, lintasan Muara Angke-Pulau Pari-Pulau Pramuka-Pulau Kelapa. Keempat, lintasan Muara Angke-Pulau Kelapa-Pulau Sabira.
"Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan KSOP Muara Angke terkait perkembangan cuaca dan keselamatan pelayaran. Operasional kapal akan dibuka kembali setelah izin berlayar diterbitkan dan kondisi cuaca dinyatakan aman," terangnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan UPAP Dishub DKI Jakarta, Suparto Napitu menambahkan, sejak Minggu (11/1) hingga saat ini seluruh kapal cepat Dishub DKI Jakarta belum dapat beroperasi.
"Sudah tiga hari ini tidak ada kapal Dishub yang beroperasi atau berangkat. Mudah-mudahan besok, Rabu (14/1), cuaca membaik sehingga kapal dapat kembali beroperasi," ungkapnya.
Suparto memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait tiket yang telah dibeli. Seluruh biaya tiket akan dikembalikan sesuai dengan pembelian awal.
"Warga yang sudah membeli tiket dipastikan akan mendapatkan pengembalian dana. Proses refund dilakukan melalui Bank Jakarta dan berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku," imbuhnya.
Suparto mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa angkutan laut menuju Kepulauan Seribu agar selalu memantau informasi resmi terkait jadwal pelayaran dan kondisi cuaca.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan laut saat cuaca belum memungkinkan dan selalu mengutamakan keselamatan," tandasnya.