Jumat, 09 Januari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 268
(Foto: Reza Pratama Putra)
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Al Fatih optimistis cakupan layanan air bersih PAM JAYA dapat mencapai 100 persen pada 2029.
"pelayanan PAM Jaya ke depan semakin optimal dan terdigitalisasi,"
Ia pun mendukung penuh terhadap berbagai inovasi yang dilakukan PAM JAYA untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Harapan saya, pelayanan PAM JAYA ke depan semakin optimal dan terdigitalisasi sehingga memudahkan masyarakat,” ujar Al Fatih, Jumat (9/1).
Al Fatih juga mendukung groundbreaking pembangunan gedung sentra pelayanan PAM JAYA sebagai bagian dari upaya perluasan layanan air bersih di Jakarta. Menurutnya, pencapaian target layanan 100 persen membutuhkan proyek berskala besar dengan dukungan pendanaan yang tidak sedikit.
“Perubahan status PAM JAYA dari Perumda menjadi Perseroda diharapkan membuat perusahaan lebih fleksibel dalam mencari sumber pendanaan,” katanya.
Meski demikian, Al Fatih mengingatkan agar langkah tersebut tidak mengarah pada privatisasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ia menegaskan, air merupakan kebutuhan dasar warga sehingga Pemprov DKI harus tetap memegang kendali penuh, terutama dalam pengendalian tarif.
“Jangan sampai tarif air justru memberatkan masyarakat. Pemprov harus tetap memegang kendali penuh,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi pengembangan PAM JAYA dengan harapan seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan berjalan dengan baik. Ke depan, Al Fatih berharap, persoalan klasik seperti kebocoran pipa bisa diantisipasi.
Al Fatih juga mendorong agar proyek pipanisasi PAM Jaya dapat dipercepat sehingga seluruh warga Jakarta dapat segera menikmati akses air bersih secara merata. Untuk itu, ia meminta warga bersabar karena proses penggalian pipa kerap menimbulkan kemacetan di sejumlah titik.
“Saya melihat langsung di lapangan, proyek ini memang mau tidak mau harus dilakukan demi kepentingan jangka panjang,” tandasnya.