Senin, 05 Januari 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 174
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menerima bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) penanggulangan bencana alam. Bantuan tersebut diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta.
"Memahami prosedur evakuasi"
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, bantuan Sarpras tersebut diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, terutama menghadapi peningkatan curah hujan hingga awal tahun 2026 di wilayah Jabodetabek, khususnya DKI Jakarta.
"Alhamdulillah, hari ini BPBD DKI Jakarta memberikan bantuan berupa jaket pelampung (life jacket), perahu berbahan fiber, serta tenda pengungsian untuk seluruh kelurahan di Jakarta Selatan," ujarnya, di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin (5/1).
Anwar berharap, bantuan tersebut dapat membantu masyarakat apabila terjadi genangan maupun banjir. Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan agar bencana tersebut tidak terjadi.
"Pembangunan saluran air dan tempat penampungan air seperti embung dan waduk sebagian sudah kami selesaikan sebagai bentuk antisipasi," terangnya.
Selain itu, Anwar menegaskan pentingnya kesiapan Posko Jaga Jakarta agar dapat berfungsi optimal dalam melayani masyarakat. Seluruh petugas harus dapat menjalankan tugas secara profesional.
"Saya meminta agar buku piket tersedia, petugas piket selalu hadir, serta peta daerah rawan banjir sudah disiapkan. Seluruh jajaran juga harus memahami prosedur evakuasi apabila terjadi bencana," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Michael Sitanggang menjelaskan, BPBD memberikan bantuan berupa tenda pengungsian, perahu, dan jaket pelampung untuk seluruh kelurahan di Jakarta Selatan.
"Bantuan akan diserahkan secara bertahap ke seluruh kelurahan dengan masing-masing menerima satu tenda pengungsian dan satu perahu. Untuk jaket pelampung, distribusinya akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan bencana di masing-masing kelurahan," bebernya.
Michael mengimbau kelurahan, khususnya yang berada di sepanjang aliran Kali Ciliwung, Krukut, Mampang, dan wilayah rawan lainnya agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
"Kami berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan, dipelihara, dan dimonitor dengan baik. Kami juga mendorong kelurahan untuk terus berkoordinasi dengan BPBD wilayah, termasuk dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan," tandasnya.