Kebijakan PJJ Sementara SMAN 72 Didukung Anggota Dewan

Selasa, 11 November 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Budhy Tristanto 983

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring bagi pelajar SMAN 72 Jakarta Utara pascaperistiwa ledakan beberapa waktu lalu, mendapat dukungan dari anggota Komisi E DPRD, Farah Savira.

“Kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal dan trauma siswa masih cukup besar. "


Ia menilai, kebijakan pembelajaran daring merupakan langkah tepat agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa menambah beban psikologis  siswa-siswi SMAN 72.

“Kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal dan trauma siswa masih cukup besar. Jadi, keputusan ini sudah benar,” ujarnya, Selasa (11/11).

Lebih lanjut, Farah menanggapi munculnya wacana pembatasan game online yang dikaitkan dengan insiden tersebut. Menurutnya, hal itu masih perlu dikaji secara mendalam.

“Sebelum mencari solusi, kita harus tahu dulu akar masalahnya siapa pelakunya, apa latar belakangnya, dan faktor apa yang mendorong peristiwa ini terjadi. Saat ini penyelidikan masih berjalan, dan kami berharap aparat segera mengungkap penyebab pastinya,” bebernya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika benar pelaku merupakan siswa, maka pendekatan penanganan harus dilakukan hati-hati dengan memperhatikan kondisi mental dan psikologis.

“Bisa saja ada faktor pengaruh dari luar, termasuk kemungkinan adanya proses brainwashing. Jadi kalau disebut karena game online, itu belum tentu,” tegasnya.

Hal yang lebih penting saat ini, kata dia, adalah memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan karakter di sekolah.

“Sekolah harus sadar bahwa mereka tidak bisa lagi menoleransi praktik perundungan atau kekerasan antar siswa. Kasus bullying sudah banyak, dan kita tidak ingin peristiwa ini terulang," tukasnya.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pelajar untuk belajar dan berkembang.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang yang menumbuhkan empati, bukan rasa takut. Karena itu, pengawasan perlu diperkuat, bukan hanya terhadap barang bawaan siswa, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kepedulian antar sesama di lingkungan sekolah,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT
 Soal Pembelajaran SMAN 72, Pramono Serahkan ke Sekolah

Soal Pembelajaran SMAN 72, Pramono Serahkan ke Sekolah

Selasa, 11 November 2025 744

Peserta Didik SMAN 72 Diberikan Trauma Healing Lewat PJJ

Peserta Didik SMAN 72 Diberikan Trauma Healing Lewat PJJ

Senin, 10 November 2025 946

Gubernur Pramono memberikan keterangan di Balai Kota

Pramono Dukung Pempus Kaji Games Kekerasan Pasca-Ledakan di Sekolah

Senin, 10 November 2025 2559

Penanganan Korban ledakan SMAN 72 di RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Korban Ledakan di SMAN 72 Terus Dapatkan Penanganan Medis, Sore Ini Terdata 28 Orang

Sabtu, 08 November 2025 3520

Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Jumat, 07 November 2025 1488

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 29076

Metrologi DKI Tera Perangkat SPKLU gery ist2

Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

Jumat, 09 Oktober 2026 11519

Evakuasi Korban Hanyut di Ciliwung ist

Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

Kamis, 08 Oktober 2026 6901

Tap jaklingko jati

MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 3834

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1603

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks