Kebijakan PJJ Sementara SMAN 72 Didukung Anggota Dewan

Selasa, 11 November 2025 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Budhy Tristanto 849

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring bagi pelajar SMAN 72 Jakarta Utara pascaperistiwa ledakan beberapa waktu lalu, mendapat dukungan dari anggota Komisi E DPRD, Farah Savira.

“Kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal dan trauma siswa masih cukup besar. "


Ia menilai, kebijakan pembelajaran daring merupakan langkah tepat agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa menambah beban psikologis  siswa-siswi SMAN 72.

“Kondisi di lapangan belum sepenuhnya normal dan trauma siswa masih cukup besar. Jadi, keputusan ini sudah benar,” ujarnya, Selasa (11/11).

Lebih lanjut, Farah menanggapi munculnya wacana pembatasan game online yang dikaitkan dengan insiden tersebut. Menurutnya, hal itu masih perlu dikaji secara mendalam.

“Sebelum mencari solusi, kita harus tahu dulu akar masalahnya siapa pelakunya, apa latar belakangnya, dan faktor apa yang mendorong peristiwa ini terjadi. Saat ini penyelidikan masih berjalan, dan kami berharap aparat segera mengungkap penyebab pastinya,” bebernya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika benar pelaku merupakan siswa, maka pendekatan penanganan harus dilakukan hati-hati dengan memperhatikan kondisi mental dan psikologis.

“Bisa saja ada faktor pengaruh dari luar, termasuk kemungkinan adanya proses brainwashing. Jadi kalau disebut karena game online, itu belum tentu,” tegasnya.

Hal yang lebih penting saat ini, kata dia, adalah memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan karakter di sekolah.

“Sekolah harus sadar bahwa mereka tidak bisa lagi menoleransi praktik perundungan atau kekerasan antar siswa. Kasus bullying sudah banyak, dan kita tidak ingin peristiwa ini terulang," tukasnya.

Ia menambahkan, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pelajar untuk belajar dan berkembang.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang yang menumbuhkan empati, bukan rasa takut. Karena itu, pengawasan perlu diperkuat, bukan hanya terhadap barang bawaan siswa, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kepedulian antar sesama di lingkungan sekolah,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT
 Soal Pembelajaran SMAN 72, Pramono Serahkan ke Sekolah

Soal Pembelajaran SMAN 72, Pramono Serahkan ke Sekolah

Selasa, 11 November 2025 620

Peserta Didik SMAN 72 Diberikan Trauma Healing Lewat PJJ

Peserta Didik SMAN 72 Diberikan Trauma Healing Lewat PJJ

Senin, 10 November 2025 813

Gubernur Pramono memberikan keterangan di Balai Kota

Pramono Dukung Pempus Kaji Games Kekerasan Pasca-Ledakan di Sekolah

Senin, 10 November 2025 2398

Penanganan Korban ledakan SMAN 72 di RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Korban Ledakan di SMAN 72 Terus Dapatkan Penanganan Medis, Sore Ini Terdata 28 Orang

Sabtu, 08 November 2025 3339

Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Pemprov DKI Tanggung Biaya Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Jumat, 07 November 2025 1258

BERITA POPULER
IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 6858

Pramono COJ 2026 rezap

Pramono Dukung Color of Jakarta, Potret Jejak Pembangunan Kota

Selasa, 07 Juli 2026 6468

Sosialisasi pergub rezap

Pramono Sebut Transparansi Perizinan Jadi Kunci Jakarta Kota Global

Selasa, 07 Juli 2026 6023

Pameran 100 Tahun Ali Sadikin bilal

Peringatan 100 Tahun, Pemprov DKI Komitmen Lanjutkan Legasi Ali Sadikin

Selasa, 07 Juli 2026 5953

IMG 20260713 WA0036

SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Senin, 13 Juli 2026 1048

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks