Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 106 Peserta Ikut Pelatihan K3

Senin, 13 Oktober 2025 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 810

Dinas Nakertransgi gelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

(Foto: Istimewa)

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta melalui UPT Pusat Higiene Perusahaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) menggelar Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Triwulan IV Tahun 2025 pada 13 hingga 15 Oktober.

"penting untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja,"

Pelatihan bertujuan memberikan pemahaman akan pentingnya penerapan K3 guna meningkatkan kinerja dan kompetensi pekerja yang berbudaya K3.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta dari perwakilan perusahaan yang mengikuti Pelatihan Petugas Peran Kebakaran (Kelas D) sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 186 Tahun 1999. Selain itu, terdapat 76 peserta yang mengikuti Pelatihan Hiperkes dan Kesehatan Kerja bagi Paramedis Perusahaan secara daring melalui Zoom Meeting, sesuai Permenakertrans Nomor 01 Tahun 1979.

Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, pengenalan undang-undang dan regulasi K3 di berbagai negara telah menetapkan standar minimum bagi kondisi kerja, seperti tindakan pencegahan kecelakaan, penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan, serta pemeriksaan kesehatan kerja.

“Namun demikian, perjuangan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja masih sangat relevan seiring meningkatnya aktivitas industri yang menimbulkan risiko bagi para pekerja,” ujar Syaripudin di kantor UPT Hiperkes, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (13/10).

Syaripudin menyampaikan, salah satu isu utama dalam dunia kerja adalah kondisi lingkungan yang tidak aman (unsafe condition) dan perilaku pekerja yang tidak aman (unsafe action).

Berdasarkan data dari situs satudata.kemenaker.go.id dan BPJS Ketenagakerjaan hingga November 2024, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 399.871 kasus, sementara di Provinsi DKI Jakarta tercatat 24.938 kasus dengan total klaim sebesar Rp394.862.857.440,00.

Untuk itu, Ia berharap upaya peningkatan keterampilan dan kompetensi pekerja dapat menurunkan angka kecelakaan kerja di Jakarta setiap tahunnya.

“Pelatihan ini penting untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan menciptakan kondisi kerja yang aman serta produktif,” katanya

Sementara itu, Direktur Bina Kelembagaan K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muhammad Idham mengapresiasi, langkah Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Nakertransgi yang dinilai sangat peduli terhadap keselamatan kerja.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat dan perusahaan yang terlibat dalam membudayakan K3, sehingga angka kecelakaan kerja dan PHK dapat ditekan, dan produktivitas perusahaan meningkat signifikan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dinas Nakertransgi Gandeng 10 Instansi Promosikan Penerapan Keselamatan dan Kerja

Dinas Nakertransgi Gandeng 10 Instansi Promosikan Penerapan K3

Rabu, 07 Agustus 2024 1664

Penyandang disabilitas sedang mencari informasi lowongan pekerjaan

Dinas Nakertransgi Gandeng Perusahaan dan BUMD dalam Rekrutmen Disabilitas

Senin, 01 September 2025 2199

Gubernur Pramono memberikan ucapan selamat kepada anggota Dewan Pengupahan usai dilantik

Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta Periode 2025-2028 Dilantik

Rabu, 27 Agustus 2025 2609

BERITA POPULER
Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3080

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 828

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1944

IMG 20260914 171237

PJU di Jalan Bekasi Timur dan JPO Pedati Kembali Menyala

Senin, 14 September 2026 487

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 864

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks