Perajin Tahu Tempe Belum Terpengaruh Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2015 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 4959

 Dolar Menguat, Pengrajin Tahu Tempe Akan Atur Strategi

(Foto: Folmer)

Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah dalam sebulan terakhir, belum mempengaruhi aktivitas produksi pengrajin tahu tempe di Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Tapi, kalau dolarnya terus menguat dan harga kedelai naik, ya terpaksa ukuran produksi tahu dan tempe dikurangi saja

Handoko, salah seorang perajin tahu tempe dan juga pengurus Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Kopti) mengaku, kenaikan mata uang asing hingga saat ini belum berpengaruh terhadap usaha pengrajin disebabkan pihak Kopti melakukan import kedelai sendiri.

 

“Hingga saat ini belum ada pengaruh. Produksi tahu tempe saat ini masih sesuai standar. Tapi, kalau dolar terus menguat dan harga kedelai naik, ya terpaksa ukuran produksi tahu dan tempe dikurangi saja,” kata Handoko, Rabu (26/8).

    

Handoko mengaku, harga beli kedelai dari Kopti selama dua pekan terakhir mengalami kenaikan yang semula seharga Rp 6.900 naik jadi Rp 7.100 per kilogram. Sedangkan yang membeli di luar anggota koperasi naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.400 per kilogram

“Justru sejak naiknya harga daging sapi dan ayam, permintaan masyarakat akan tahu tempe untuk dijadikan lauk semakin banyak. Setiap harinya produksi di Kopti mencapai 60 ribu ton lebih,” jelasnya.

Pendapat senada diutarakan Solikhin, perajin tempe di Semanan. Dia mengaku, tidak menaikkan harga tahu dan tempe kepada pembeli, walaupun telah ada kenaikan harga bahan pokok kedelai.

“Ukuran tempe juga masih belum dikurangi, walaupun keuntungan yang diperoleh menjadi berkurang. Tapi, masih bisa untung sedikit,” ungkapnya.

Sekretaris Kopti Semanan, Wartoyo menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih memiliki stok bahan kedelai sebanyak 500 ton. Stok kedelai yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.

“Kopti saat ini sudah bisa mengimpor sendiri kedelai sesuai kebutuhan. Jadi tidak ada lagi gonjang ganjing seperti kemarin,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

Selasa, 25 Agustus 2015 5388

 Agar Higienis dan Bebas Formalin, Pengrajin Tahu Dipantau Intensif

Perajin Tahu Tempe di Jaksel Dipantau Intensif

Selasa, 30 Juni 2015 4521

perajin tempe ilustrasi

Pembangunan Gedung Pelatihan Perajin Tempe Terkendala

Rabu, 22 Oktober 2014 5059

sampah_semanan_moan.jpg

TPS Primkopti Semanan Rusak Parah

Kamis, 27 Maret 2014 3529

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3898

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 456

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1136

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks