Pramono Fokus Kelola Pendidikan dan Transparansi Pemerintahan

Minggu, 15 Juni 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 958

Pramono Fokus Kelola Pendidikan dan Transparansi Pemerintahan

(Foto: Andri Widiyanto)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memaparkan visi masa depan Jakarta agar menjadi lebih baik, dalam acara talkshow 'Future Talk with Endgame: What'a Jakarta's Future?' di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (15/6).

"Memperbaiki pendidikan yang ada di Jakarta,"

Pramono menyoroti pentingnya pendidikan, inovasi, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang profesional sebagai pilar utama transformasi Jakarta.

Ia menekankan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menyalurkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada 707.622 siswa dari keluarga kurang mampu, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang kini mencakup jenjang S1 hingga S3, serta melakukan pemutihan ijazah yang tertahan.

"Ini untuk memperbaiki pendidikan yang ada di Jakarta. Karena dari warga yang tidak mampu, tidak mungkin kalau kemudian mereka tidak diberikan fasilitas ataupun kesempatan untuk belajar dengan baik," ujar Pramono.

Bahkan, para penerima KJP kini mendapatkan fasilitas gratis untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata ikonik Jakarta seperti Monas, Ancol, Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah.

Selain itu, Pramono juga menekankan pentingnya inovasi agar Jakarta tidak hanya mengandalkan pajak dan dividen sebagai sumber pendapatan daerah. Ia kemudian memperkenalkan inisiatif Jakarta Collaboration Fund untuk pembangunan Jakarta.

"Mudah-mudahan akan membuat revenue Jakarta juga menjadi bertambah," ujarnya.

Tak hanya itu, Pramono juga mendorong beberapa perusahaan daerah di Jakarta untuk segera go public, di antaranya yakni Bank DKI Jakarta dan PAM Jaya. Pram juga berencana melakukan rebranding Bank DKI, mengingat Jakarta tidak lagi menjadi ibu kota.

"Kenapa saya lakukan rebranding karena sebentar lagi Jakarta sudah tidak lagi menjadi ibu kota. Dan untuk itu saya berharap betul Bank Jakarta atau apapun namanya betul-betul bekerja profesional," kata Pram.

Pramono berharap, melalui berbagai inovasi yang dilakukannya, maka Jakarta memiliki peluang untuk bisa naik kelas menuju kota global.

Meski demikian, ia juga menyoroti permasalahan utama yang dihadapi pemerintahan saat ini. Yakni sistem pemerintahan yang tidak terbuka dan transparan.

"Maka saya sebagai Gubernur, saya bilang di internal Balai Kota, sekarang semuanya harus transparan," kata dia.

Pramono berharap Jakarta nantinya akan menjadi "beranda ASEAN" dan pusat perekonomian setelah tidak lagi menjadi ibu kota.

"Harapan saya dengan Jakarta tidak menjadi ibu kota, bukan menjadi turun, malah naik," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Kemenristek Dorong Pemprov DKI Investasi Riset Perguruan Tinggi

Kemenristek Dorong Pemprov DKI Investasi Riset Perguruan Tinggi

Jumat, 13 Juni 2025 941

Alumni Pelatihan MTU PPKD Jakarta Selatan Ikuti Seleksi Mekanik Planet Ban

Alumni Pelatihan MTU PPKD Ikuti Seleksi Mekanik di Perusahaan Ritel Otomotif Nasional

Kamis, 12 Juni 2025 689

Bank DKI Distribusikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Kepada 2.094 Penerima Baru

Bank DKI Distribusikan KJMU untuk 2.094 Penerima Baru

Kamis, 12 Juni 2025 828

BERITA POPULER
Proyek LRT Jakarta Fase 1B

Jakpro Konsisten Laksanakan Penugasan Strategis Sepanjang 2025

Kamis, 08 Januari 2026 954

 50 Kilogram Jagung Pulut Berhasil Dipanen dari Pulau Tidung Kecil

50 Kilogram Jagung Pulut Dipanen di Pulau Tidung Kecil

Rabu, 07 Januari 2026 1150

Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti

Kamis, 08 Januari 2026 883

Tumpukan Sampah di TPS RW 10 Penggilingan Sudah Dibersihkan

Tumpukan Sampah di TPS RW 10 Penggilingan Tuntas Dibersihkan

Kamis, 08 Januari 2026 741

Arus Balik Pemudik Mulai Terlihat di Terminal Tanjung Priok

Arus Balik Nataru di Terminal Tanjung Priok Mulai Terlihat

Sabtu, 03 Januari 2026 1424

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks