Lelang Operator LRT Dilakukan Kemenhub

Jumat, 21 Agustus 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 4867

 Lelang Operator LRT Dilakukan Kemenhub

(Foto: Yopie Oscar)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, lelang operator Light Rapid Transit (LRT) akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Karena LRT yang dibangun terhubung dengan milik pemerintah pusat yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang segera terbit.

Poinnya itu, kita berhak menugaskan BUMD, seperti pemerintah menugaskan BUMN. membangun prasarana relnya

Dikatakan Basuki, salah satu poin dalam Perpres tersebut yakni Pemprov DKI Jakarta berhak menunjuk BUMD untuk membangun prasarana LRT seperti rel. "Poinnya itu, kita berhak menugaskan BUMD, seperti pemerintah menugaskan BUMN. Membangun prasarana relnya," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/8).

Nantinya, Pemprov DKI akan membeli kembali prasarana tersebut. Karena dalam Perpres juga diatur semua prasarana LRT adalah milik negara. Untuk rolling stock (pengadaan kereta) dan operasional baru diserahkan kepada swasta.

"Semua prasarana adalah milik negara, tidak boleh milik swasta. Nanti untuk rolling stock keretanya dan operasional baru dilelang. Dan lelangnya pun kita minta Kemenhub yang melelang," ucapnya.

Menurut Basuki, dengan terpusatnya lelang maka operasional bisa saling terintegrasi antara LRT milik Pemprov DKI dan pemerintah pusat. Sehingga setiap koridor tidak berdiri sendiri. Pembayaran kepada operator sama seperti bus Transjakarta, yakni rupiah per kilometer.

"Kita ingin bayarnya rupiah per kilometer sehingga semua kereta bisa saling terintegrasi, makanya operator berapa banyak pun tidak apa-apa, tapi satu pembayaran dan semua orang boleh masuk. Karena relnya prasarana adalah milik pemerintah," ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menambahkan, LRT akan dibangun sebanyak sembilan koridor. Pemprov DKI Jakarta membangun sebanyak tujuh koridor. Sementara dua di antaranya oleh pemerintah pusat, yang menunjuk PT Adhi Karya.

"Nanti akan kombinasi dengan nasional, menjadi sembilan koridor. Kita harap nanti masing-masing koridor tidak berdiri sendiri. Antara DKI dan pusat nyambung semuanya. Sampai Tangerang, Banten, dan Bogor," kata Saefullah.

Prioritas pembangunan tetap pada koridor 1, yakni Kebayoran Baru-Kelapa Gading dan koridor 7 Bandara Soekarno-Hatta ke Ancol-Kemayoran-Cempaka Putih.

BERITA TERKAIT
Saefullah: Perpres LRT Diterbitkan Pekan Depan

Saefullah: Perpres LRT Diterbitkan Pekan Depan

Jumat, 21 Agustus 2015 3878

Dua Kementerian Bantu DKI Kembangkan Pariwisata

Dua Kementerian Bantu DKI Kembangkan Pariwisata

Rabu, 19 Agustus 2015 3578

Didepan Atlet, Ahok Janji Jakarta Segera Punya LRT

Ahok Janjikan LRT Rampung Tahun 2018

Selasa, 04 Agustus 2015 6674

Jokowi Panggil Ahok Bahas LRT

Jokowi-Ahok Duduk Bareng Bahas LRT

Senin, 13 Juli 2015 5327

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7142

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4831

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2313

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2528

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1178

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks