Dinkes DKI Siapkan Strategi Penanggulangan DBD

Kamis, 13 Maret 2025 Reporter: Dessy Suciati Editor: Andry 1538

Dinkes DKI Siapkan Strategi Penanggulangan DBD

(Foto: doc)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). 

"Sebagian besar jentik ditemukan di luar rumah,"

Berdasarkan data 10 tahun terakhir, puncak kasus DBD tahunan didominasi terjadi pada April, seiring dengan peralihan musim, peningkatan suhu udara, dan curah hujan.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyampaikan, beberapa kecamatan menjadi fokus perhatian karena risiko penularan DBD yang tinggi. 

"Kecamatan yang selalu menduduki 10 besar jumlah kasus DBD dari tahun 2022 hingga 2025 adalah Cempaka Putih, Pasar Rebo, Mampang Prapatan, Kelapa Gading, dan Kembangan," ungkap Ani, Kamis (13/3).

Dinkes DKI Jakarta telah menyusun strategi penanggulangan DBD yang komprehensif. Meliputi penguatan manajemen vektor yang efektif aman, dan berkesinambungan; peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue melalui peningkatan kapasitas petugas penyediaan logistik dan sarana di fasilitas kesehatan; dan penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif.

Strategi lainnya yakni peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan; penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program, dan kemitraan; serta pengembangan kajian, intervensi, inovasi, dan riset.

Ani menyampaikan, Dinkes DKI Jakarta telah melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak di 23 kelurahan terdampak banjir. Selain itu, juga dilakukan monitoring PSN di 82 wilayah lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya monitoring rutin, terutama di daerah yang rawan banjir. 

"Sebagian besar jentik ditemukan di luar rumah seperti di ban bekas, pot tanaman, barang dan lain-lain. Kami telah melakukan larvasidasi dan fogging," ujarnya.

Untuk meningkatkan imunitas anak-anak, Dinkes DKI Jakarta akan memulai program vaksinasi dengue pada Agustus 2025. Targetnya adalah 10.000 anak usia setara kelas 3 SD di wilayah Jakarta Timur.

"Sebanyak 10.000 anak usia setara kelas 3 SD di wilayah Jakarta Timur dimulai pada bulan Agustus 2025," tandas Ani.

BERITA TERKAIT
Kasus DBD, Kelurahan Cilandak Timur dan Puskesmas Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Penyelidikan Epidemiologi DBD Dilakukan di RW 01 Cilandak Timur

Kamis, 13 Maret 2025 1082

Sudinkes Jakpus Catat 138 Kasus DBD Terjadi Selama Dua Bulan

Sudinkes Jakpus Catat 138 Kasus DBD Terjadi Dua Bulan

Senin, 03 Maret 2025 1630

Jakarta Raih Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak

Jakarta Raih Rekor MURI Sterilisasi Kucing Terbanyak

Kamis, 13 Maret 2025 1406

DPRD DKI Berharap Sekolah Gratis Segera Direalisasikan

Dewan Berharap Sekolah Gratis Bisa Direalisasikan Secara Bertahap

Kamis, 13 Maret 2025 1043

BERITA POPULER
Gubernur pramono MUI rezap

Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 12948

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 1562

IMG 20260812 WA0088

Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 1567

Komisi e dprd dki subki fakhri

Efisiensi Anggaran Diminta Tak Ganggu Layanan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 729

Kapal cepat dishub muara angke jati

Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

Senin, 10 Agustus 2026 1502

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks