Program KJP Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 13 Agustus 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 16749

Masih Ada Penyelewengan, Dana KJP Tak Boleh Lagi Tarik Tunai

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahun ini lebih tepat sasaran. Seluruh transaksi pun telah dilakukan secara non tunai dan 97 persen KJP telah digunakan untuk membeli peralatan sekolah.

Sudah tidak bisa tarik tunai lagi. Saya sudah sampaikan karena sistem itu kemungkinan dia main

Pelarangan penarikan tunai untuk dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) dilakukan lantaran masih ditemukan beberapa oknum yang menyalahgunakaan dana hibah tersebut.

"Sudah tidak bisa tarik tunai lagi. Saya sudah sampaikan karena sistem itu kemungkinan dia main," kata Ahok, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (13/8).

Dikatakan Ahok, program KJP tahun ini lebih tepat sasaran. Tercatat, 97 persen pemegang KJP menggunakan untuk membeli peralatan sekolah. "Jadi saya kira sistem ini sudah paling benar, kalau kita mau bikin 100 persen tepat sasaran ada hukum yang tepat kita sudah non tunai sekalian, supaya dia tidak bisa belanja," ujarnya.

Sebagai gantinya, Ahok sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah toko terkait penggunaan dana KJP. "Sudah (tidak bisa lagi tarik tunai). Kita sudah kerja sama, sekarang toko buku ternama hampir 100 terpasang EDC (Electronic Data Capture). Jadi mereka bisa belanja," kata Basuki.

Tidak hanya di toko ternama, rencananya pembelian peralatan sekolah juga bisa dilakukan di Pasar Tanah Abang dan Pasar Asemka.  

Semula kebijakan ini akan diterapkan pada 2016 mendatang. Namun Ahok memilih untuk mempercepat agar tidak ingin terjadi kecolongan lagi.

Kebijakan semula, dana KJP bisa ditarik tunai, namun dibatasi. Untuk siswa SD hanya diperbolehkan tarik tunai dua minggu sekali. Kemudian, siswa SMP hanya tiga kali dalam satu bulan. Siswa SMA diperbolehkan ambil tunai setiap minggu. Setiap penarikan hanya dibatasi sebesar RP 50 ribu.

Pada tahun 2015, KJP diberikan kepada 489.150 siswa yang terdiri dari 291.500 siswa sekolah negeri dan 197.250 siswa sekolah swasta. Siswa-siswi SD mendapatkan dana KJP Rp 210 ribu per bulan, SMP Rp 260 ribu per bulan, SMA Rp 375 ribu per bulan dan SMK Rp 390 per bulan.

BERITA TERKAIT
Transaksi Non Tunai KJP Capai Rp 40,38 Miliar

Transaksi Non Tunai KJP Capai Rp 40,38 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2015 4394

Dana 19 Penerima KJP Disetop

Dana 19 Penerima KJP Disetop

Senin, 10 Agustus 2015 3554

 ATM KJP yang Disalahgunakan Sudah Diblokir

ATM KJP yang Disalahgunakan Diblokir

Rabu, 05 Agustus 2015 16129

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9273

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3233

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3658

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1949

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1518

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks