Pj Gubernur Heru Sebut Sembako Murah Sebagai Upaya Menekan Panic Buying Jelang Ramadan

Kamis, 29 Februari 2024 Reporter: Folmer Editor: Erikyanri Maulana 8865

Pj. Gubernur Heru, Sembako Murah, Upaya, Pemprov DKI, Menekan, Panic Buying, Jelang Ramadan

(Foto: Nugroho Sejati)

Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan stok bahan pokok tersedia bagi masyarakat. Program Sembako Murah terus dilanjutkan sebagai salah satu sarana pemenuhan kebutuhan warga.

Sembako Murah digelar agar masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok, serta memberikan edukasi agar tidak panic buying

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menjelaskan, kegiatan Sembako Murah akan rutin dilaksanakan di berbagai wilayah Jakarta untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Program ini digiatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam momentum panic buying (pembelian secara berlebihan atau penimbunan suatu barang karena didasari rasa panik/takut), khususnya menjelang Ramadan.

“Sembako Murah digelar agar masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok, serta memberikan edukasi agar tidak panic buying. Kami memastikan, stok pangan di Jakarta menjelang Ramadan dan Idulfitri pada kondisi yang aman," ujar Pj Gubernur Heru, saat meninjau program Sembako Murah di Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (29/2).

Program Sembako Murah ini juga untuk mengendalikan inflasi daerah.

"Selain membantu kebutuhan warga, juga membantu agar inflasi daerah tetap stabil. Karena itu, program ini akan terus dilanjutkan," katanya, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, pada kegiatan Sembako Murah kali ini, pihaknya menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menyediakan 2.000 paket sembako bagi warga.

"Tersedia paket sembako  dengan harga Rp 100.000 yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, dan tepung terigu 1 kg," ucap Eli, sapaan akrabnya.

Eli menambahkan, BUMD DKI Jakarta, yaitu Perumda Pasar Jaya bertugas menyediakan bahan pangan dalam paket sembako tersebut. Selain itu, Perumda Pasar Jaya juga menyediakan paket mi instan yang dijual dengan harga Rp 10.000 per tujuh bungkus mi.

“Dalam kegiatan Sembako Murah Pemprov DKI Jakarta ini, Perumda Dharma Jaya menyediakan pangan hewani, seperti telur, daging ayam, daging sapi, cumi, ayam siap santap dan produk lain, dengan harga lebih murah dari harga pasar," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IWarga Duri Pulo Apresiasi Pasar Sembako Murah

Warga Duri Pulo Antusias dengan Penjualan Sembako Murah

Rabu, 28 Februari 2024 7338

Sembako Murah, Pemprov DKI, Terjual, 68.146 Paket

Sembako Murah Pemprov DKI Sudah Terjual 68.146 Paket

Rabu, 28 Februari 2024 7494

2.000 Paket Sembako Murah Disalurkan di Jakarta Barat

2.000 Paket Sembako Murah Disalurkan di Jakarta Barat

Rabu, 28 Februari 2024 7246

Pemprov DKI Lanjutkan Program Sembako Murah

Pemprov DKI Lanjutkan Program Sembako Murah

Jumat, 23 Februari 2024 9128

Pasar Sembako Murah Digelar di Jakarta Penuhi Kebutuhan Pangan Warga

Pemprov DKI Pastikan Program Sembako Murah Penuhi Kebutuhan Pangan Warga

Senin, 26 Februari 2024 8240

BERITA POPULER
 1.000 Orang di Jakbar Ikuti CKG di Peringatan Hari Ibu

1.000 Warga Jakbar Ikuti CKG di Peringatan Hari Ibu

Kamis, 11 Desember 2025 3227

Ribuan Satuan Pendidikan di Jakarta Ikuti Urban Sustainability Education 2025

1.799 Pelajar Ikuti Urban Sustainability Education 2025

Sabtu, 06 Desember 2025 2561

Pramono Anung Melaunching PAM Jaya JEKATE Running Series

Pramono Resmikan Ceremony Kick Off PAM Jaya JEKATE Running Series

Minggu, 07 Desember 2025 1423

Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan

Jaksel dan Jaktim Berpotensi Hujan

Kamis, 11 Desember 2025 559

Gubernur Pramono beserta jajaran meninjau langsung kondisi tanggul pengaman pantai di Muara Baru

Tinjau Tanggul Pengaman Pantai, Pramono Pastikan Penanganan Rob Jadi Prioritas

Senin, 08 Desember 2025 998

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks