Musim Kemarau, Ahok Pertimbangkan Hujan Buatan

Jumat, 31 Juli 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 5944

Musim Kemarau, Ahok Pertimbangkan Hujan Buatan

(Foto: Yopie Oscar)

Mengantisipasi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi hingga Oktober mendatang, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertimbangkan untuk menurunkan hujan buatan di ibu kota. Rancana ini baru akan direalisasikan apabila badai El-Nino lebih panjang sesuai perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kalau El-Nino lebih panjang sesuai perkiraan BMKG kita akan pertimbangkan hujan buatan

"Kalau El-Nino lebih panjang sesuai perkiraan BMKG kita akan pertimbangkan hujan buatan," kata Ahok di Balaikota, Jumat (31/7).

Meski begitu Ahok mengaku masih mencarikan dana yang akan digunakan untuk hujan buatan tersebut. Karena Ahok sadar, dalam pengambilan keputusan akan ada pro dan kontra dari sebagian kalangan.

"Tapi dananya itu darimana, apakah sudah dianggap darurat, nanti tahu sendiri banyak musuh saya," ucap Ahok.

Atas dasar itulah Ahok mengaku lebih memilih untuk menunggu jika keadaan sudah dianggap darurat. Sebab saat ini kondisi kekeringan di Jakarta belum darurat sehingga mendesak untuk menurunkan hujan buatan. Dia enggan terkena persoalan bila memutuskan untuk menggunakan dana APBD DKI untuk hujan buatan.

Sementara itu, untuk mengatasi persoalan kekeringan di Jakarta, Ahok berencana untuk mengirim pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya ke wilayah yang mengalami kekeringan. Pengiriman air dilakukan setelah Ahok mendapat laporan terjadinya kekeringan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

"Harus kirim air ke wilayah yang kekeringan. Makanya, agar mudah kami perintahkan PAM Jaya bangun sendiri pengolahan air melalui dana PMP (penyertaan modal pemerintah) tahun depan. Jadi semua air, sumur, kami olah sendiri," jelas Ahok.

Sebelumnya BMKG memprediksi fenomena El Nino akan menguat mulai Agustus hingga Desember. Hal tersebut menyebabkan musim kemarau di Indonesia terjadi hingga November. El Nino merupakan gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar katulistiwa khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru).

Hal ini menyebabkan adanya penyimpangan iklim. Dalam laman resmi BMKG dinyatakan, dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia umumnya hangat. Ini membuat proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk.

Namun saat fenomena El Nino terjadi, perairan sekitar Indonesia umumnya tak seperti biasanya karena suhunya turun. Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah curah hujan yang signifikan di Indonesia.

BERITA TERKAIT
Pemprov DKI Bahas Penanganan Kekeringan di Cengkareng

Pemprov DKI Serius Atasi Masalah Kekeringan

Kamis, 30 Juli 2015 3865

Musim Kemarau di Jakarta di Prediksi Hingga Akhir Oktober

Kemarau Diprediksi hingga Akhir Oktober

Rabu, 29 Juli 2015 4776

Kemarau, Penyiraman Taman di Jakpus Diintensifkan

Kemarau, Penyiraman Taman di Jakpus Diintensifkan

Kamis, 30 Juli 2015 3187

Atasi Kekeringan, Pompanisasi Diintensifkan

Atasi Kekeringan, Pompanisasi Diintensifkan

Senin, 27 Juli 2015 3307

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2309

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2257

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1692

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 959

Pemprov dki kemenag jalan istiqlal folmer

DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah

Senin, 16 Maret 2026 1345

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks