Musim Kemarau, Ahok Pertimbangkan Hujan Buatan

Jumat, 31 Juli 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 6163

Musim Kemarau, Ahok Pertimbangkan Hujan Buatan

(Foto: Yopie Oscar)

Mengantisipasi kekeringan akibat musim kemarau yang diprediksi hingga Oktober mendatang, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertimbangkan untuk menurunkan hujan buatan di ibu kota. Rancana ini baru akan direalisasikan apabila badai El-Nino lebih panjang sesuai perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kalau El-Nino lebih panjang sesuai perkiraan BMKG kita akan pertimbangkan hujan buatan

"Kalau El-Nino lebih panjang sesuai perkiraan BMKG kita akan pertimbangkan hujan buatan," kata Ahok di Balaikota, Jumat (31/7).

Meski begitu Ahok mengaku masih mencarikan dana yang akan digunakan untuk hujan buatan tersebut. Karena Ahok sadar, dalam pengambilan keputusan akan ada pro dan kontra dari sebagian kalangan.

"Tapi dananya itu darimana, apakah sudah dianggap darurat, nanti tahu sendiri banyak musuh saya," ucap Ahok.

Atas dasar itulah Ahok mengaku lebih memilih untuk menunggu jika keadaan sudah dianggap darurat. Sebab saat ini kondisi kekeringan di Jakarta belum darurat sehingga mendesak untuk menurunkan hujan buatan. Dia enggan terkena persoalan bila memutuskan untuk menggunakan dana APBD DKI untuk hujan buatan.

Sementara itu, untuk mengatasi persoalan kekeringan di Jakarta, Ahok berencana untuk mengirim pasokan air dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya ke wilayah yang mengalami kekeringan. Pengiriman air dilakukan setelah Ahok mendapat laporan terjadinya kekeringan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.

"Harus kirim air ke wilayah yang kekeringan. Makanya, agar mudah kami perintahkan PAM Jaya bangun sendiri pengolahan air melalui dana PMP (penyertaan modal pemerintah) tahun depan. Jadi semua air, sumur, kami olah sendiri," jelas Ahok.

Sebelumnya BMKG memprediksi fenomena El Nino akan menguat mulai Agustus hingga Desember. Hal tersebut menyebabkan musim kemarau di Indonesia terjadi hingga November. El Nino merupakan gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik sekitar katulistiwa khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru).

Hal ini menyebabkan adanya penyimpangan iklim. Dalam laman resmi BMKG dinyatakan, dalam kondisi iklim normal, suhu permukaan laut di sekitar Indonesia umumnya hangat. Ini membuat proses penguapan mudah terjadi dan awan-awan hujan mudah terbentuk.

Namun saat fenomena El Nino terjadi, perairan sekitar Indonesia umumnya tak seperti biasanya karena suhunya turun. Akibatnya, terjadi perubahan pada peredaran masa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah curah hujan yang signifikan di Indonesia.

BERITA TERKAIT
Pemprov DKI Bahas Penanganan Kekeringan di Cengkareng

Pemprov DKI Serius Atasi Masalah Kekeringan

Kamis, 30 Juli 2015 4121

Musim Kemarau di Jakarta di Prediksi Hingga Akhir Oktober

Kemarau Diprediksi hingga Akhir Oktober

Rabu, 29 Juli 2015 5208

Kemarau, Penyiraman Taman di Jakpus Diintensifkan

Kemarau, Penyiraman Taman di Jakpus Diintensifkan

Kamis, 30 Juli 2015 3402

Atasi Kekeringan, Pompanisasi Diintensifkan

Atasi Kekeringan, Pompanisasi Diintensifkan

Senin, 27 Juli 2015 3501

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7055

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4706

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2260

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2228

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1769

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks