Harga Buku Kemahalan Dinilai Tidak Pantas

Senin, 27 Juli 2015 Reporter: Andry Editor: Dunih 5343

Harga Buku Kemahalan Dinilai Tidak Pantas

(Foto: Yopie Oscar)

Mahalnya harga buku dan peralatan sekolah yang dijual‎ Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dalam acara Jakarta Book & Education Fair 2015 di Plaza Parkir Timur Senayan hari ini menuai kecaman. Tak hanya dari Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kepala Dinas Pendidikan DKI, Arie Budhiman juga menilai tidak pantas jika harga buku dijual terlalu tinggi.

Padahal Pak Gubernur itu itikadnya baik, ingin warga pemegang KJP bahagia bisa belanja murah. Tapi malah dizalimi

‎"Harga perlengkapan sekolah yang djual nggak patut, nggak pantas," kata Arie, Senin (27/7).

Arie bahkan menyebut pihak panitia pameran telah berbuat zalim terhadap siswa pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang berekonomi kurang mampu dengan menjual perlengkapan sekolah di atas harga pasaran.

‎"Padahal Pak Gubernur itu itikadnya baik, ingin warga pemegang KJP bahagia bisa belanja murah. Tapi malah dizalimi," sesalnya.

‎Atas kejadian tersebut, Arie mengaku akan menyerukan para siswa pemegang KJP dan pelajar umum lain di Jakarta agar tidak usah datang berbelanja ke pameran yang dibuat IKAPI ini sesuai dengan imbauan Gubernur.

"Imbauan Pak Gubernur tentu kita akan ikuti dan laksanakan‎. Kalau perlu ya nggak usah ada lagi itu pameran," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kecewa dengan pelaksanaan Jakarta Book & Education Fair 2015. Pasalnya, buku-buku serta perlengkapan sekolah yang dijual dalam pameran itu justru lebih mahal dibandingkan dengan harga pasaran.

Hal itu diketahui Basuki setelah mendapat pengaduan dari orang tua siswa pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Padahal, di pasar tradisional buku dan alat sekolah tersebut masih bisa ditawar.

"Harganya malah lebih mahal dari di pasaran. Kalau Pak Tatang (Ketua Panitia) bilang di sini lebih murah itu bohong. Saya kecewa sekali," kata Basuki Tjahaja Purnama Gubernur DKI Jakarta, saat membuka acara JakBook & Edu Fair 2015, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Semula Basuki menginstruksikan pemegang KJP hanya bisa menggunakan uang yang diterima untuk membeli keperluan sekolah di pameran tersebut. Namun lantaran kecewa, instruksi itu justru dicabut. Bahkan kali ini, Basuki meminta kepada penerima KJP untuk tidak lagi berbelanja di pameran tersebut.

"Maksud saya itu menolong anak-anak, agar akhir tahun ada sisa uang. Kenapa masih dimahalin? Ini mau mengais keuntungan dari yang tidak mampu," ujarnya.

BERITA TERKAIT
larso marbun kadisdik dki jakarta

2015, Besaran Nilai KJP Akan Ditambah

Rabu, 26 November 2014 24442

Ahok Kecewa Harga Buku di Pameran Kemahalan

Ahok Kecewa Harga Buku di Pameran Kemahalan

Senin, 27 Juli 2015 4768

Penerima KJP Bisa Beli Buku Murah di Jakarta Book Fair

Penerima KJP Bisa Beli Buku Murah di Jakarta Book Fair

Kamis, 23 Juli 2015 28051

Ahok Ajak Penerima KJP Belanja Perlengkapan Sekolah

Ahok Ajak Penerima KJP Belanja Perlengkapan Sekolah

Kamis, 23 Juli 2015 9447

Ahok Tolak Jakarta Disebut Kota Tak Ramah Anak

Ahok Tolak Jakarta Disebut Kota Tak Ramah Anak

Kamis, 23 Juli 2015 4848

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7137

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4828

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2234

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2517

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1146

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks