PKL di Jakarta Harus Punya Sertifikat BPOM

Sabtu, 27 Juni 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 7465

Ahok Ingin Semua PKL di Jakarta Harus Punya Sertifikasi BPOM

(Foto: Yopie Oscar)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ingin semua pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan harus mendapatkan sertifikasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Kami mau minta masyarakat Jakarta, kalau jajan di PKL yang tidak ada sertifikat dari BPOM jangan beli

Tujuannya agar konsumen terlindungi dari kecurangan pedagang yang mencampur makanan dengan zat berbahaya. Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Sebab, di Jakarta sendiri sebanyak 19 persen makanan yang dijual mengandung zat berbahaya.

Basuki mengatakan telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPOM untuk pengendalian makanan di ibu kota. Sehingga nantinya semua PKL harus mendapatkan sertifikasi dari BPOM untuk berjualan makanan.

"Kami mau minta masyarakat Jakarta, kalau jajan di PKL yang tidak ada sertifikat dari BPOM jangan beli. Jadi ini akan bantu kami, buat pedagang yang pakai kimia ini tidak laku, dia akan terpaksa jual bahan yang baik," kata Basuki di Pasar Benhil, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).

Basuki menegaskan, pedagang yang tidak memiliki sertifikat dari BPOM akan dilarang berjualan. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada tahun depan. Dengan begitu, masyarakat memiliki jaminan saat membeli makanan, khususnya saat puasa.

"Tahun depan tempat jajanan harus terdaftar BPOM. Kalau tidak ditempel, UMKM tidak boleh dagang," tegasnya.

Dia mencontohkan PKL yang ditempatkan di Lenggang Jakarta telah mendapatkan sertifikasi dari BPOM. Sehingga dijamin makanan yang dijual tidak mengandung zat berbahaya.

"Sama seperti di Monas, dulu kita cek 30 persen lebih mengandung bahan kimia, makanya begitu kita dorong ke Lenggang Jakarta kita jamin bebas dari zat bahaya," ucapnya.

Basuki pun mengakui penjualan makanan di Benhil yang hanya ada saat bulan Ramadan sangat khas dan akan dilestarikan. Namun, tetap akan dilakukan penataan, agar tidak menganggu arus lalu lintas. Salah satu penataan yang akan dilakukan yakni terkait dengan parkir.

"Pasar Benhil ini mau kita rapihkan, PKL di belakang harus jelas jualannya. Benhil sudah khas dan menarik. Tapi, parkirnya harus ditata, banyak jagoannya. Harus pakai parkir meter ini," ucapnya.

BERITA TERKAIT
10 Persen Takjil di Benhil Mengandung Zat Berbahaya

10 Persen Makanan di Benhil Mengandung Zat Berbahaya

Sabtu, 27 Juni 2015 5610

jajanan puasa bebahaya

Ramadan, Waspadai Makanan Berbahaya

Sabtu, 06 Juni 2015 4103

 Monitoring Makanan Berbahaya Diperketat

Monitoring Makanan Berbahaya Diperketat

Senin, 08 Juni 2015 4517

 Tiga Pasar Swalayan Di Jakpus Disidak

3 Pasar Swalayan Disidak di Jakarta Pusat

Selasa, 16 Juni 2015 8011

Makanan PKL Binaan di Jakpus Diperiksa

Makanan PKL Binaan di Jakpus Diperiksa

Selasa, 26 Mei 2015 4280

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7145

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4833

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2348

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2535

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1185

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks