Lepas Saham Ratax, DKI Lirik Bisnis Properti

Jumat, 26 Juni 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3809

       Ahok Akan Lepas Saham PT Ratax Armada

(Foto: Reza Hapiz)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melepas saham di perusahaan taksi, PT Ratax Armada, karena dinilai sudah tidak menguntungkan. Sebagai gantinya, Pemprov DKI akan menginvestasikan saham ke bidang properti.

Saham mau lepas atau dibubarin. Ngapain kalau tidak ada duit lagi. Jatah mobil kecil

Selama ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang transportasi itu tidak mampu menyetorkan keuntungan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI. DKI sendiri memiliki sahan sebesar 28 persen.

"Saham mau lepas atau dibubarin. Ngapain kalau tidak ada duit lagi. Jatah mobil kecil," kata Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Jumat (26/6).

Menurut Basuki, pemerintah tidak perlu lagi melakukan bisnis intervensi terhadap bidang yang pasarnya sudah baik. Ia menilai bisnis taksi di ibu kota sendiri sudah berkembang dengan baik.

Basuki lebih memilih untuk melakukan bisnis intervensi bidang properti. Karena harga properti di ibu kota sudah tidak masuk akal. "Kenapa saya mesti intervensi properti? Karena harga properti ini sudah tidak masuk akal. Orang miskin tidak terjangkau untuk membelinya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono mengatakan, Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI telah memberi surat rekomendasi untuk penjualan saham PT Ratax Armada. Selain karena tidak pernah menyumbang PAD, PT Ratax Armada tidak bisa menepati janji untuk membeli taksi baru sebanyak 50 unit.

"Di APBD Perubahan 2015, PT Ratax mengajukan PMP (Penyertaan Modal Pemerintah) sampai Rp 20 miliar. Tapi kami tidak akan mengalokasikan PMP itu," tegas Heru.

Perusahaan ini merupakan PT patungan dengan modal dasar dan modal disetor sebesar Rp 5.500.000.000. Pemprov DKI memiliki Rp 1.540.000.000 atau saham sebesar 28 persen. Selebihnya, saham dimiliki oleh mitra swasta, yaitu PT Better Teknik Asia.

Penurunan kinerja PT Ratax disebabkan ketatnya persaingan taksi dengan perusahaan yang sudah mapan. Unit taksi di Ratax juga butuh peremajaan dengan biaya yang besar. Untuk itu, Pemprov DKI telah menjual saham yang dimilikinya atau divestasi yang masih diproses sampai saat ini.

BERITA TERKAIT
Ahok Ingin PT MRT Miliki Saham KCJ

Ahok Ingin PT MRT Miliki Saham KCJ

Selasa, 16 Juni 2015 8826

 Jakarta Masih Banjir, Ahok Minta Maaf

Basuki Belum Berencana Divestasi BUMD Merugi

Selasa, 17 Maret 2015 3352

Penyertaan Modal Hanya untuk Transportasi Publik

Penyertaan Modal Hanya untuk Transportasi Publik

Selasa, 17 Maret 2015 5362

RAPBD ilustrasi

DKI Bantah Beri Modal kepada Lima BUMD

Selasa, 17 Maret 2015 5860

Ahok Tak Suka Uber Karena Tidak Beizin

Ahok Minta Taksi Uber Urus Legalitas

Jumat, 19 Juni 2015 6349

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7131

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4819

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1999

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2498

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1079

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks