Pegiat Urban Farming Diajak Manfaatkan Teknologi

Senin, 28 November 2022 Reporter: Yudha Peta Ogara Editor: Erikyanri Maulana 2627

Kadis KPKP Ajak Pegiat Urban Farming Manfaatkan Teknologi

(Foto: Yudha Peta Ogara)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliwati mengajak para pegiat urban farming (pertanian perkotaan) untuk memanfaatkan teknologi dalam budi daya.

Banyak efisiensi dan kemudahan

Eli mengatakan, Dinas KPKP akan terus mengedukasi para pelaku pertanian perkotaan agar adaptif terhadap penggunaan teknologi tersebut.

"Kami sudah melaksanakan Akademi Urban Farming yang mengangkat materi Pemahaman dan Aplikasi Internet of Things (IoT) pada Budidaya Hidroponik pada 22 dan 24 November 2022," ujarnya, Senin (28/11).

Eli menjelaskan, pelatihan ini menghadirkan narasumber praktisi smart farming, Zulfikar Kusdarmawan.

"Peserta pelatihan kali ini berasal dari para pegiat urban farming yang meliputi pengelola gang hijau, RPTRA, pesantren, TNI, akademisi, PKK, perkantoran, PJLP, ASN dan lainnya dari lima wilayah kota," terangnya.

Ia berharap, informasi dan pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan ini dapat disebarluaskan. Diharapkan peserta dapat menjadi agen penerus informasi kepada masyarakat lain di lingkungan sekitarnya.

"Saat ini penggunaan teknologi sudah banyak digunakan dalam berbagai sektor, termasuk smart farming dalam budi daya pertanian," katanya.

Ia menambahkan, selain mendapatkan materi, peserta Akademi Urban Farming juga mendapatkan sertifikat dan fasiltas WhatsApp Group untuk memudahkan konsultasi langsung dengan narasumber terkait implementasi di lapangan.

"Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat kepada seluruh peserta, diaplikasikan dan dapat disebarluaskan sehingga Jakarta dapat menjadi percontohan Pemanfaatan smart farming bagi daerah lain di Indonesia," bebernya.

Sementara itu, praktisi smart farming, Zulfikar Kusdarmawan menuturkan, melalui pemanfaatan teknologi dalam budi daya hidroponik akan didapat banyak manfaat.

"Banyak efisiensi dan kemudahan. Kita bisa memantau kondisi PH air hingga nutrisi hanya melalui smart phone. Melalui sistem kerja robotik nanti ada indikator lam berwarna merah saat PH air tidak sesuai atau kekurangan nutrisi," ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Opie ini, melalui mekanisme kerja tersebut, pegiat urban farming dapat memastikan kondisi tanaman selalu dalam keadaan baik.

"Kalau ada apa-apa kita bisa melakukan respons cepat dan tindakan yang perlu dilakukan agar hasil panen tetap optimal," tandasnya.

Untuk diketahui, Dinas KPKP memiliki 14 Kebun Bibit Tanaman, enam Balai Benih Ikan, enam Rumah Potong Hewan Unggas dan satu Rumah Potong Hewan Babi yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pelatihan dan edukasi oleh masyarakat.

BERITA TERKAIT
Bimtek Pemanfaatan Teknologi untuk Urban Farming Disambut Antusias

Bimtek Pemanfaatan Teknologi untuk Urban Farming Disambut Antusias

Selasa, 22 November 2022 2111

 160 Melon Dipanen di Kampung Pemulung Klender

Urban Farming Kampung Sumur Klender Panen 160 Melon Golden

Rabu, 16 November 2022 3179

Dinas KPKP Serahkan Bantuan Rak Hidroponik di 50 Lokasi #2

Dinas KPKP Serahkan Bantuan Rak Hidroponik di 50 Lokasi

Senin, 21 November 2022 2934

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2896

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 735

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 637

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1400

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1015

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks