Pegiat Urban Farming Diajak Manfaatkan Teknologi

Senin, 28 November 2022 Reporter: Yudha Peta Ogara Editor: Erikyanri Maulana 3033

Kadis KPKP Ajak Pegiat Urban Farming Manfaatkan Teknologi

(Foto: Yudha Peta Ogara)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliwati mengajak para pegiat urban farming (pertanian perkotaan) untuk memanfaatkan teknologi dalam budi daya.

Banyak efisiensi dan kemudahan

Eli mengatakan, Dinas KPKP akan terus mengedukasi para pelaku pertanian perkotaan agar adaptif terhadap penggunaan teknologi tersebut.

"Kami sudah melaksanakan Akademi Urban Farming yang mengangkat materi Pemahaman dan Aplikasi Internet of Things (IoT) pada Budidaya Hidroponik pada 22 dan 24 November 2022," ujarnya, Senin (28/11).

Eli menjelaskan, pelatihan ini menghadirkan narasumber praktisi smart farming, Zulfikar Kusdarmawan.

"Peserta pelatihan kali ini berasal dari para pegiat urban farming yang meliputi pengelola gang hijau, RPTRA, pesantren, TNI, akademisi, PKK, perkantoran, PJLP, ASN dan lainnya dari lima wilayah kota," terangnya.

Ia berharap, informasi dan pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan ini dapat disebarluaskan. Diharapkan peserta dapat menjadi agen penerus informasi kepada masyarakat lain di lingkungan sekitarnya.

"Saat ini penggunaan teknologi sudah banyak digunakan dalam berbagai sektor, termasuk smart farming dalam budi daya pertanian," katanya.

Ia menambahkan, selain mendapatkan materi, peserta Akademi Urban Farming juga mendapatkan sertifikat dan fasiltas WhatsApp Group untuk memudahkan konsultasi langsung dengan narasumber terkait implementasi di lapangan.

"Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat kepada seluruh peserta, diaplikasikan dan dapat disebarluaskan sehingga Jakarta dapat menjadi percontohan Pemanfaatan smart farming bagi daerah lain di Indonesia," bebernya.

Sementara itu, praktisi smart farming, Zulfikar Kusdarmawan menuturkan, melalui pemanfaatan teknologi dalam budi daya hidroponik akan didapat banyak manfaat.

"Banyak efisiensi dan kemudahan. Kita bisa memantau kondisi PH air hingga nutrisi hanya melalui smart phone. Melalui sistem kerja robotik nanti ada indikator lam berwarna merah saat PH air tidak sesuai atau kekurangan nutrisi," ungkapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Opie ini, melalui mekanisme kerja tersebut, pegiat urban farming dapat memastikan kondisi tanaman selalu dalam keadaan baik.

"Kalau ada apa-apa kita bisa melakukan respons cepat dan tindakan yang perlu dilakukan agar hasil panen tetap optimal," tandasnya.

Untuk diketahui, Dinas KPKP memiliki 14 Kebun Bibit Tanaman, enam Balai Benih Ikan, enam Rumah Potong Hewan Unggas dan satu Rumah Potong Hewan Babi yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pelatihan dan edukasi oleh masyarakat.

BERITA TERKAIT
Bimtek Pemanfaatan Teknologi untuk Urban Farming Disambut Antusias

Bimtek Pemanfaatan Teknologi untuk Urban Farming Disambut Antusias

Selasa, 22 November 2022 2428

 160 Melon Dipanen di Kampung Pemulung Klender

Urban Farming Kampung Sumur Klender Panen 160 Melon Golden

Rabu, 16 November 2022 3982

Dinas KPKP Serahkan Bantuan Rak Hidroponik di 50 Lokasi #2

Dinas KPKP Serahkan Bantuan Rak Hidroponik di 50 Lokasi

Senin, 21 November 2022 3797

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2420

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2543

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1216

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks