Hadirkan Warna Alami, Disbud DKI Gelar Wasanesia

Rabu, 23 November 2022 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Budhy Tristanto 2137

Hadirkan Warna Alam Disbud DKI Gelar Wanasesa

(Foto: Wuri Setyaningsih)

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), serta Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI), Rabu (23/11), mengadakan pameran Gelar Wasanesia (Warna Alami dan Serat Alam Indonesia).

Kami mendukung penuh kegiatan Gelar Wasanesia ini

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan,  pameran yang diadakan di Museum Tekstil ini bertemakan “Kekayaan Tumbuhan dan Tradisi”. Pameran ini menampilkan kekhasan dan keunikan wastra  (kain tradisional yang sarat makna budaya ) dibuat dengan warna dan serat alam.

"Kami mendukung penuh kegiatan Gelar Wasanesia ini," tuturnya.

Menurut Iwan, pada pameran ini pihaknya menghadirkan aksi pembuatan tenun yang dilakukan pengrajin dari Kalimantan. Tenunan dari Kalimantan ini telah mendapat penghargaan internasional.  

Selain itu, lanjut Iwan, kegiatan ini dimeriahkan Lomba Menulis dengan tema Gambut, Mangrove, Warna dan Serat Alami. Lalu, Workshop Membatik yang diikuti siswa-siswi SMK dan komunitas Wastra di Jakarta, serta webinar terkait perkembangan dan keberlanjutan warna dan serat alam.

"Diharapkan, kegiatan ini  dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan dan penggunaan warna dan serat alami," ucapnya.

Penggunaan warna serat alam di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu kala. Hal ini terlihat pada lukisan dinding gua di Sulawesi dan Kalimantan yang menampilkan goresan warna gelap kecoklatan, serta ragam hiasan lembaran pakaian tradisional dengan torehan warna putih.

Secara tradisi, kegiatan mewarnai benang atau kain dan menenunnya menjadi benda pakai, merupakan tugas suci dan mengandung unsur spiritual untuk melindungi keluarga dari marabahaya dan gangguan cuaca.

"Berlimpahnya keragaman tumbuhan menjadi bahan baku pewarna alam dan serat alam di Indonesia," katanya.  

Berbeda dengan pewarna sintetis, pewarna alami dan serat alam tidak mengandung senyawa yang berbahaya sehingga aman untuk makhluk hidup dan lingkungannya.

"Penggunaan pewarna alami dan serat alam merupakan salah satu upaya kita mengurangi pencemaran lingkungan, serta pelestarian tradisi dan budaya bangsa," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77

Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77, Disbud DKI Gelar Pameran Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia: Sumatera, Timor, dan Sulawesi

Selasa, 19 Juli 2022 1930

Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77

Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77, Disbud DKI Gelar Pameran Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia: Sumatera, Timor, dan Sulawesi

Selasa, 19 Juli 2022 1930

Koleksi Museum Tekstil Dipamerkan di Pusat Perbelanjaan

Koleksi Museum Tekstil Dipamerkan di Pusat Perbelanjaan

Selasa, 19 Maret 2019 3244

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2982

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1411

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 540

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1295

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1106

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks