Hadirkan Warna Alami, Disbud DKI Gelar Wasanesia

Rabu, 23 November 2022 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Budhy Tristanto 2183

Hadirkan Warna Alam Disbud DKI Gelar Wanasesa

(Foto: Wuri Setyaningsih)

Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), serta Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI), Rabu (23/11), mengadakan pameran Gelar Wasanesia (Warna Alami dan Serat Alam Indonesia).

Kami mendukung penuh kegiatan Gelar Wasanesia ini

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan,  pameran yang diadakan di Museum Tekstil ini bertemakan “Kekayaan Tumbuhan dan Tradisi”. Pameran ini menampilkan kekhasan dan keunikan wastra  (kain tradisional yang sarat makna budaya ) dibuat dengan warna dan serat alam.

"Kami mendukung penuh kegiatan Gelar Wasanesia ini," tuturnya.

Menurut Iwan, pada pameran ini pihaknya menghadirkan aksi pembuatan tenun yang dilakukan pengrajin dari Kalimantan. Tenunan dari Kalimantan ini telah mendapat penghargaan internasional.  

Selain itu, lanjut Iwan, kegiatan ini dimeriahkan Lomba Menulis dengan tema Gambut, Mangrove, Warna dan Serat Alami. Lalu, Workshop Membatik yang diikuti siswa-siswi SMK dan komunitas Wastra di Jakarta, serta webinar terkait perkembangan dan keberlanjutan warna dan serat alam.

"Diharapkan, kegiatan ini  dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan dan penggunaan warna dan serat alami," ucapnya.

Penggunaan warna serat alam di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu kala. Hal ini terlihat pada lukisan dinding gua di Sulawesi dan Kalimantan yang menampilkan goresan warna gelap kecoklatan, serta ragam hiasan lembaran pakaian tradisional dengan torehan warna putih.

Secara tradisi, kegiatan mewarnai benang atau kain dan menenunnya menjadi benda pakai, merupakan tugas suci dan mengandung unsur spiritual untuk melindungi keluarga dari marabahaya dan gangguan cuaca.

"Berlimpahnya keragaman tumbuhan menjadi bahan baku pewarna alam dan serat alam di Indonesia," katanya.  

Berbeda dengan pewarna sintetis, pewarna alami dan serat alam tidak mengandung senyawa yang berbahaya sehingga aman untuk makhluk hidup dan lingkungannya.

"Penggunaan pewarna alami dan serat alam merupakan salah satu upaya kita mengurangi pencemaran lingkungan, serta pelestarian tradisi dan budaya bangsa," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77

Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77, Disbud DKI Gelar Pameran Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia: Sumatera, Timor, dan Sulawesi

Selasa, 19 Juli 2022 1997

Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77

Peringati HUT Museum Tekstil ke-46 dan HUT RI ke-77, Disbud DKI Gelar Pameran Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia: Sumatera, Timor, dan Sulawesi

Selasa, 19 Juli 2022 1997

Koleksi Museum Tekstil Dipamerkan di Pusat Perbelanjaan

Koleksi Museum Tekstil Dipamerkan di Pusat Perbelanjaan

Selasa, 19 Maret 2019 3320

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7152

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4839

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2527

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2553

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1222

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks