Pengurus Reog Ponorogo Diminta Bersinergi dengan Pemerintah

Sabtu, 06 Juni 2015 Reporter: Widodo Bogiarto Editor: Dunih 4588

reog ponorogo

(Foto: Widodo Bogiarto)

Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya Komunitas Reog Ponorogo (KRP) masa bakti 2015-2020 dikukuhkan di Giri Lawu, Jakarta Selatan. Komunitas ini juga diminta bersinergi dengan pemerintah (baik pusat maupun daerah), BUMN dan BUMD, perusahaan swasta, tokoh-tokoh masyarakat maupun lembaga/institusi lainnya agar senantiasa memiliki kepedulian dan rasa memiliki terhadap kesenian asli Indonesia tersebut.

Komunitas ini terbentuk karena kami memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap Reog Ponorogo yang mulai diwacanakan sejak empat tahun lalu

"Untuk mencapai tujuannya, Komunitas Reog Ponorogo di antaranya akan mengadakan kegiatan seni budaya seperti seminar, edukasi, event, diskusi, lokakarya, pencarian bakat dan lain-lain," ujar Suyatno, Ketua Komunitas Reog Ponorogo yang didampingi Sekretaris M Syaiful Jihad, Wakil Ketua Suparno Nojeng dan Ketua Dewan Pembina Suryo Mulyono, Sabtu (6/6).

Pihaknya juga berkomitmen untuk melestarikan, mengembangkan, meningkatkan kualitas seni budaya serta memasyarakatkan seni budaya Reog Ponorogo di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Dalam acara pengukuhan tersebut juga digelar sarasehan yang bertajuk, Reog Ponorogo Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan. Acara ini makin meriah dengan atraksi 5 dadak merak dari Grup Reog Bantar Angin yang pernah meraih juara dalam Festival Reog Nasional (FRN) di Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 2011 dan 2012. 

"Komunitas ini terbentuk karena kami memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap Reog Ponorogo yang mulai diwacanakan sejak empat tahun lalu. Anggota komunitas ini berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi," kata Suyatno.

Dalam Komunitas Reog Ponorogo tergabung 20 grup Reog Ponorogo yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Dua grup reog yang tergabung yakni, Bantar Angin dan Suryo Budoyo pernah menjuarai Festival Reog Nasional (FRN).

"Mengingat Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan seni budaya kebanggaan Indonesia yang unik dan memiliki nilai jual pariwisata tinggi, perlu dukungan berbagai pihak," lanjut Suyatno. 

BERITA TERKAIT
Masyarakat Diimbau Peduli Budaya Reog Ponorogo

Masyarakat Diimbau Peduli Budaya Reog Ponorogo

Sabtu, 25 April 2015 18459

Ratusan Warga Ikuti Parade Budaya di Kota Tua

Parade Budaya Nusantara di Kota Tua Berlangsung Meriah

Minggu, 14 Desember 2014 7962

mereka juga menampilkan tokoh film horor Zombie dan kesenian tradisional Reog Ponorogo.

Zombie dan Reog Warnai May Day di Istana Negara

Kamis, 01 Mei 2014 4835

Besok, Festival Palang Pintu Digelar di Bangka

Besok, Festival Palang Pintu Digelar

Jumat, 05 Juni 2015 4552

Pertunjakan Seni Jalanan Meriahkan Jakarnaval 2015

Pertunjukan Seni Jalanan Meriahkan Jakarnaval 2015

Kamis, 04 Juni 2015 5669

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2337

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2348

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1703

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 976

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1751

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks