Sabtu, 29 Maret 2014
Reporter: Nurito
Editor: Dunih
3248
(Foto: doc)
Hujan deras yang mengguyur wilayah ibu kota hingga Sabtu (29/3) dinihari, menyebabkan banjir di dua kelurahan di Jakarta Timur yaitu di wilayah Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara dan Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar. Selain karena luapan Kali Ciliwung, banjir yang menggenangi pemukiman warga merupakan kiriman dari Bogor, Jawa Barat.
Informasi yang dihimpun di lapangan, banjir mulai menggenangi sekitar 600 rumah di Kampung Pulo sejak pukul 03.00 dinihari. Ketinggian air berkisar 30-100 sentimeter dan sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi.
Syarif (40), warga RT 03/03 Kampung Pulo menuturkan, sejak Jumat sore warga sudah berkemas-kemas. Sebab pengurus RT/RW setempat sudah memberitahukan akan datangnya banjir kiriman melalui Kali Ciliwung. Seperti biasa, warga pun mengamankan barang-barang berharganya ke loteng rumahnya masing-masing.
"Banjir kiriman seperti ini memang sering terjadi. Kalau airnya cuma satu meter tidak ada warga yang mengungsi. Warga bertahan di rumahnya masing-masing," ujar Syarif, Sabtu (29/3).
Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, banjir kiriman ini menggenangi rumah warga di 7 RW dan 36 RT. Dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 952 kepala keluarga (KK) atau 2.620 jiwa. Wilayah yang terkena banjir adalah di RW 01-05, 07 dan 08. Adapun ketinggian air berkisar 30-100 sentimeter. Hingga pukul 08.30, ketinggian air belum ada tanda-tanda akan turun.
"Jumlah rumah yang terendam banjir sekitar 600 rumah. Itupun juga kondisinya tidak parah, hanya masuk di halaman rumah. Kalau yang radius 10 meter dari bantaran kali, memang ada yang mencapai 1 meter," jelas Bambang.
Kondisi serupa juga terjadi di RW 03 dan 04 Cipinang Melayu, Makasar. Bahkan air meluap dari Kali Sunter sejak Jumat sore. Namun, puncaknya terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari tadi. Hingga saat ini air masih menggenangi pemukiman warga setinggi 1-2 meter.
Ketua RW 03 Cipinang Melayu, Muchtar Usman, mengatakan, ada 415 KK atau 926 jiwa warganya yang terdampak banjir. Mereka berasal dari RT 08-14. Saat ini sebagian warga telah mengungsi ke Masjid Al Muqorobin dan kantor RW 03.
"Ada 50 warga yang mengungsi di Masjid Al Muqorobin karena rumahnya terendam banjir. Sebagian warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing," ucap Muchtar.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan
Senin, 02 Februari 2026
3618
Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini
Senin, 02 Februari 2026
737
BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026
Senin, 02 Februari 2026
646
Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital