Jumat, 28 Maret 2014
Reporter: Agustian Anas, Andry
Editor: Agustian Anas
4558
(Foto: doc)
Kondisi bantaran kali di wilayah Jakarta Pusat yang dijadikan tempat pembuangan sampah, menampung barang rongsokan pemulung, serta dipenuhi bangunan liar, diubah menjadi taman nan indah oleh Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.
Sedikitnya, tiga kawasan yang berada di pinggir kali di Jakarta Pusat diubah menjadi taman, yakni kawasan Jati Pinggir Tanah Abang, Jalan Bungur Senen, dan Jalan Kartini, Sawah Besar.
Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Pusat, Ratna Diah mengatakan, pembangunan taman di tiga lokasi itu awalnya mendapat penolakan dari warga. Namun kini, manfaat dari taman tersebut secara bertahap sudah bisa dirasakan warga sebagai areal bermain dan bercengkrama bersama keluarga.
"Di kawasan Jati Pinggir, jalur sepanjang dua kilometer yang dijadikan tempat peristrahatan warga secara bertahap berhasil dikembalikan fungsinya menjadi taman," katanya, Jumat (28/3).
Ratna mengatakan, di kawasan tersebut pihaknya membangun taman sepanjang 700 meter persegi. Pembangunan taman di pinggir kali itu ditargetkan rampung tahun ini. "Konsepnya taman dilengkapi perlengkapan bermain anak seperti ayunan dan sebagainya," ujarnya. Di taman itu, lanjut Ratna, juga dibangun jogging track dan tempat pembuangan sampah sementara.
Pembangunan taman juga dilakukan di kawasan Bungur, Senen dan Jalan Kartini, Sawah Besar. Pembangunan taman di Jalan Kartini masih dalam tahap pengerjaan. Mengingat, pedagang ikan hias di kawasan itu masih menunggu tempat relokasi di Jalan Gunung Sahari Timur selesai dibangun.
Ia mengakui di wilayah Jakarta Pusat masih banyak kawasan pinggir kali yang belum steril dari pemukiman warga. Karena itu pihaknya akan menata dan mengembalikan fungsi kawasan yang dijadikan pemukiman seperti ini bersama Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jalan. "Selain dibuat taman ada beberapa lokasi pinggir kali yang akan dijadikan jalan inspeksi," ucapnya.
Sementara itu, Camat Tanah Abang, Hidayatullah mengatakan, upaya mensterilkan seluruh kawasan pinggir kali bukan pekerjaan mudah. Namun, persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui pendekatan disertai sosialisasi tentang pentingnya refungsi kawasan pinggir kali.
"Sebagai petugas memang kita kerap mendapat perlawanan, tapi kita sendiri harus cerdas menanggapinya," katanya.
Menurut Hidayatullah, sejauh ini seluruh kawasan di pinggir kali Jati Pinggir sudah steril dari pemukiman warga. Karena itu pembangunan taman diharapkan dapat diselesaikan segera agar tidak muncul kembali bangunan liar.
"Saya berharap apa yang sudah saya kerjakan bisa segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi kendala lagi," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata
Kamis, 17 September 2026
2515
17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar
Senin, 14 September 2026
1204
Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing
Senin, 14 September 2026
968
111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis
Kamis, 17 September 2026
514
Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York