Jumat, 28 Maret 2014
Reporter: Agustian Anas, Andry
Editor: Agustian Anas
4320
(Foto: doc)
Kondisi bantaran kali di wilayah Jakarta Pusat yang dijadikan tempat pembuangan sampah, menampung barang rongsokan pemulung, serta dipenuhi bangunan liar, diubah menjadi taman nan indah oleh Pemkot Administrasi Jakarta Pusat.
Sedikitnya, tiga kawasan yang berada di pinggir kali di Jakarta Pusat diubah menjadi taman, yakni kawasan Jati Pinggir Tanah Abang, Jalan Bungur Senen, dan Jalan Kartini, Sawah Besar.
Kepala Sudin Pertamanan Jakarta Pusat, Ratna Diah mengatakan, pembangunan taman di tiga lokasi itu awalnya mendapat penolakan dari warga. Namun kini, manfaat dari taman tersebut secara bertahap sudah bisa dirasakan warga sebagai areal bermain dan bercengkrama bersama keluarga.
"Di kawasan Jati Pinggir, jalur sepanjang dua kilometer yang dijadikan tempat peristrahatan warga secara bertahap berhasil dikembalikan fungsinya menjadi taman," katanya, Jumat (28/3).
Ratna mengatakan, di kawasan tersebut pihaknya membangun taman sepanjang 700 meter persegi. Pembangunan taman di pinggir kali itu ditargetkan rampung tahun ini. "Konsepnya taman dilengkapi perlengkapan bermain anak seperti ayunan dan sebagainya," ujarnya. Di taman itu, lanjut Ratna, juga dibangun jogging track dan tempat pembuangan sampah sementara.
Pembangunan taman juga dilakukan di kawasan Bungur, Senen dan Jalan Kartini, Sawah Besar. Pembangunan taman di Jalan Kartini masih dalam tahap pengerjaan. Mengingat, pedagang ikan hias di kawasan itu masih menunggu tempat relokasi di Jalan Gunung Sahari Timur selesai dibangun.
Ia mengakui di wilayah Jakarta Pusat masih banyak kawasan pinggir kali yang belum steril dari pemukiman warga. Karena itu pihaknya akan menata dan mengembalikan fungsi kawasan yang dijadikan pemukiman seperti ini bersama Suku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jalan. "Selain dibuat taman ada beberapa lokasi pinggir kali yang akan dijadikan jalan inspeksi," ucapnya.
Sementara itu, Camat Tanah Abang, Hidayatullah mengatakan, upaya mensterilkan seluruh kawasan pinggir kali bukan pekerjaan mudah. Namun, persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui pendekatan disertai sosialisasi tentang pentingnya refungsi kawasan pinggir kali.
"Sebagai petugas memang kita kerap mendapat perlawanan, tapi kita sendiri harus cerdas menanggapinya," katanya.
Menurut Hidayatullah, sejauh ini seluruh kawasan di pinggir kali Jati Pinggir sudah steril dari pemukiman warga. Karena itu pembangunan taman diharapkan dapat diselesaikan segera agar tidak muncul kembali bangunan liar.
"Saya berharap apa yang sudah saya kerjakan bisa segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi kendala lagi," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2297
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2222
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1687
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran
Kamis, 19 Maret 2026
955
DKI dan Kemenag RI Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Daerah