Pemprov DKI Ajak Warga Kurangi Penggunaan Plastik

Selasa, 12 Mei 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3821

Pemprov DKI Ajak Warga Kurangi Penggunaan Plastik

(Foto: Reza Hapiz)

Penggunaan plastik di ibu kota masih cukup besar. Padahal, bahan plastik sangat membahayakan lingkungan hidup, karena sifatnya yang sulit terurai. Tercatat dari total volume sampah 6.500 ton per hari, sebanyak 15 persennya adalah sampah plastik yang sebagiannya terangkut dari 13 sungai yang ada di ibu kota. Untuk menguranginya, Pemprov DKI Jakarta bersama dengan komunitas peduli lingkungan mengajak masyarakat untuk diet kantong plastik sejak dini.

Jakarta bisa masuk dalam darurat kantong sampah plastik. Setiap hari ada 6.700 ton sampah, dari jumlah itu 15 persen sampah plastik

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengatakan, jika tidak dilakukan pembatasan penggunaan kantong plastik sejak dini, akan terjadi darurat sampah plastik. Sebab, sampah plastik baru bisa terurai hingga ratusan tahun.

"Jakarta bisa masuk dalam darurat kantong sampah plastik. Setiap hari ada 6.700 ton sampah, dari jumlah itu 15 persen sampah plastik," kata Djarot, saat Workshop Jakarta Unplastic Day 2015, di Pasific Place, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).

Dia mencatat sebanyak 356,08 ton sampah plastik terangkut dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta. Paling banyak menyumbang sampah plastik adalah Sungai Ciliwung sebanyak 132 ton. Kemudian Sungai Krukut sebanyak 44 ton, Sungai Pesanggrahan 24 ton, dan Sungai Cipinang 33 ton.

"Itu semua sampah plastik yang tersangkut di pintu-pintu air. Sampah plastik itu berasal dari Jakarta dan sebagian dari daerah sekitarnya, yang dibuang ke sungai. Sering lihat pintu air, ketutup semua sama sampah plastik. Setiap hari sungai kita menampung 356,08 ton sampah plastik," ujarnya.

Menurutnya, bahan kimia yang ada di plastik membahayakan biota air, baik yang ada di air tawar maupun air laut. Sehingga penggunaan kantong plastik harus dikurangi dan beralih menggunakan tas yang bisa digunakan berulang kali.

Diakui Djarot, penggunaan kantong plastik terbesar saat ini bukan berada di pasar swalayan, melainkan di pasar tradisional. Sehingga harus dilakukan edukasi baik kepada pedagang maupun pembeli mengenai bahaya kantong plastik.

"Kita lihat produsen terbesar sampah plastik bukan di mal, tapi di pasar tradisional, toko kelontong, PKL, dan warung kecil. Yang perlu dirubah budayanya," ucapnya.

Djarot menambahkan, Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta saat ini sedang mengembangkan kantong plastik yang terbuat dari singkong tapioka dengan zat adiktif. Sehingga sampah plastik yang dihasilkan mudah terurai. Jika sudah diproduksi banyak maka akan disosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakannya.

"Kami pemerintah bukan hanya mengimbau, tapi memberikan pencerahan dan terapkan sanksi tegas. Terutama pada mereka yang kelas menengah. Kami sedang mengembangkan plastik dengan zat adiktif, pakai singkong tapioka, bisa hancur dan tidak mencemari bumi kita. Kita berikan gratis dulu kepada mereka, tapi jumlah terbatas. Suatu ketika mereka minta lebih harus bayar, ini konsisten dilakukan," tegasnya.

BERITA TERKAIT
Sampah Masih Berserakan di Kota Tua

Sampah Berserakan di Kota Tua

Jumat, 17 April 2015 10354

Supir Truk Sampah Diinstruksikan Gunakan Smartphone Penunjang Aplikasi Smart City

Sopir Truk Sampah akan Terkoneksi Program Smart City

Selasa, 12 Mei 2015 6703

 Tahun Ini, Jakut Pastikan Setiap Sekolah Punya Bank Sampah

Seluruh Sekolah di Jakut akan Miliki Bank Sampah

Senin, 11 Mei 2015 5074

Dapat Hibah 5 Truk Masalah Sampah di Jakut Teratasi

Armada Truk Ditambah, Jakut Optimis Atasi Sampah

Senin, 11 Mei 2015 3264

PT Pelindo II Serahkan Hibah 5 Truk Sampah

Basuki Senang Dapat Hibah 5 Truk Sampah

Senin, 11 Mei 2015 4621

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9256

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3225

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3645

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1942

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1511

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks