Lumpur di DKI Akan Diubah Menjadi Bata

Selasa, 12 Mei 2015 Reporter: Folmer Editor: Dunih 3942

 Lumpur di DKI Akan Diubah Menjadi Bata

(Foto: Istimewa)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hari ini meresmikan gedung pengolahan lumpur (decanter) milik PT Aetra Air Indonesia. Gedung yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 22 miliar ini tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di timur Jakarta. Tapi, juga memiliki alat yang mampu memproduksi limbah lumpur menjadi batu bata.

Saya ingin meyakinkan pemegang saham Aetra, saya menaruh harap untuk sisi timur Jakarta

Ahok, demikian ia disapa, sangat mengapresiasi pembangunan gedung pengolahan lumpur tersebut. Terlebih, kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta di bagian timur sangat tinggi, mengingat padatnya jumlah penduduk di wilayah tersebut.

"Saya ingin meyakinkan pemegang saham Aetra, saya menaruh harap untuk sisi timur Jakarta," katanya di kantor PT Aetra Air Jakarta, Jl Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, Selasa (12/5).

Melihat manfaat mesin pengolahan lumpur yang sangat besar, Ahok pun berencana akan menyuruh PDAM Jaya untuk membangun gedung serupa.

"Ini kemurahan kalau untuk DKI. Rp 20 miliar kita bisa bangun 50 pengolahan lumpur. Orang UPS saja kita beli Rp 1 triliun lebih," cetusnya.

Basuki juga berharap sinergitas dapat terus ditingkatkan dalam hal pelayanan air bagi warga. Namun, semuanya dalam kerangka bisnis.

"Kalaupun harus kami beli, perjanjiannya business to business," paparnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Aetra, Mohamad Selim menjelaskan, pihaknya mengelola gedung decanter ini dengan didukung 1 alat pengolahan lumpur di Pulogadung, dan 1 lainnya di kawasan Buaran.

"Tahun depan, kami berencana ada 4 alat pengolahan lumpur (decanter) yang berfungsi," jelasnya.

Menurut Selim, decanter awalnya tidak dipakai oleh PDAM, tapi oleh perusahaan minyak sawit. Namun, berkat inovasi yang dilakukan, pihaknya pun bisa menggunakan alat tersebut untuk kepentingan lain yang bermanfaat.

"Kita berinovasi dan nekat. Pertama kali kita pasang di Buaran, dan ternyata bisa," tuturnya.

Ia menambahkan, PT Aetra juga telah melakukan penelitian, bahwa lumpur dari hasil limbah nantinya dapat dibuat bata.

"Katanya di kecamatan itu ada grup tertentu, kami akan kerja sama dengan kelompok itu," imbuhnya.

Ia menyebutkan, kapasitas alat pengolahan lumpur ini mencapai 3,2 ton/jam untuk 2 alat yang tersedia. Prosesnya diawali dengan sludge basin atau bak penampungan lumpur. Setelah itu masuk ke dalam decanter yang merupakan pemisah komponen padatan dan air dalam lumpur. Tahap berikutnya di conveyor yang berupa lintasan panjang dan banyak putaran untuk mengangkut lumpur dari decanter ke dump truck. Pengolahan lumpur berakhir di dump truck yang akan mengangkut lumpur yang sudah tidak bisa digunakan. Sejauh ini lumpur baru dimanfaatkan untuk melakukan pengurukan.

BERITA TERKAIT
Pipa Jebol Sudah Diperbaiki, Distribusi Air Bersih Normal Kembali

Pipa Bocor di Kalimalang Selesai Diperbaiki

Rabu, 15 April 2015 3680

Pemprov DKI Bentuk Tim Akusisi Palyja dan Aetra

Basuki Bentuk Tim Ambil Alih Palyja dan Aetra

Rabu, 25 Maret 2015 3595

44 Instansi Pemerintah Masih Gunakan Air Tanah

44 Instansi Pemerintah Masih Gunakan Air Tanah

Rabu, 08 Oktober 2014 4879

Aetra Akan Remajakan Pompa Tua

Aetra Akan Remajakan Pompa Tua

Selasa, 23 Desember 2014 8463

 12 Ton Sedimen Diangkat Dari Saluran Menteng Pulo

12 Ton Lumpur Diangkat dari Saluran Menteng Pulo

Kamis, 07 Mei 2015 3867

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2349

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2367

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1714

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 981

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1762

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks