Lumpur di DKI Akan Diubah Menjadi Bata

Selasa, 12 Mei 2015 Reporter: Folmer Editor: Dunih 4049

 Lumpur di DKI Akan Diubah Menjadi Bata

(Foto: Istimewa)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hari ini meresmikan gedung pengolahan lumpur (decanter) milik PT Aetra Air Indonesia. Gedung yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 22 miliar ini tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di timur Jakarta. Tapi, juga memiliki alat yang mampu memproduksi limbah lumpur menjadi batu bata.

Saya ingin meyakinkan pemegang saham Aetra, saya menaruh harap untuk sisi timur Jakarta

Ahok, demikian ia disapa, sangat mengapresiasi pembangunan gedung pengolahan lumpur tersebut. Terlebih, kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta di bagian timur sangat tinggi, mengingat padatnya jumlah penduduk di wilayah tersebut.

"Saya ingin meyakinkan pemegang saham Aetra, saya menaruh harap untuk sisi timur Jakarta," katanya di kantor PT Aetra Air Jakarta, Jl Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, Selasa (12/5).

Melihat manfaat mesin pengolahan lumpur yang sangat besar, Ahok pun berencana akan menyuruh PDAM Jaya untuk membangun gedung serupa.

"Ini kemurahan kalau untuk DKI. Rp 20 miliar kita bisa bangun 50 pengolahan lumpur. Orang UPS saja kita beli Rp 1 triliun lebih," cetusnya.

Basuki juga berharap sinergitas dapat terus ditingkatkan dalam hal pelayanan air bagi warga. Namun, semuanya dalam kerangka bisnis.

"Kalaupun harus kami beli, perjanjiannya business to business," paparnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Aetra, Mohamad Selim menjelaskan, pihaknya mengelola gedung decanter ini dengan didukung 1 alat pengolahan lumpur di Pulogadung, dan 1 lainnya di kawasan Buaran.

"Tahun depan, kami berencana ada 4 alat pengolahan lumpur (decanter) yang berfungsi," jelasnya.

Menurut Selim, decanter awalnya tidak dipakai oleh PDAM, tapi oleh perusahaan minyak sawit. Namun, berkat inovasi yang dilakukan, pihaknya pun bisa menggunakan alat tersebut untuk kepentingan lain yang bermanfaat.

"Kita berinovasi dan nekat. Pertama kali kita pasang di Buaran, dan ternyata bisa," tuturnya.

Ia menambahkan, PT Aetra juga telah melakukan penelitian, bahwa lumpur dari hasil limbah nantinya dapat dibuat bata.

"Katanya di kecamatan itu ada grup tertentu, kami akan kerja sama dengan kelompok itu," imbuhnya.

Ia menyebutkan, kapasitas alat pengolahan lumpur ini mencapai 3,2 ton/jam untuk 2 alat yang tersedia. Prosesnya diawali dengan sludge basin atau bak penampungan lumpur. Setelah itu masuk ke dalam decanter yang merupakan pemisah komponen padatan dan air dalam lumpur. Tahap berikutnya di conveyor yang berupa lintasan panjang dan banyak putaran untuk mengangkut lumpur dari decanter ke dump truck. Pengolahan lumpur berakhir di dump truck yang akan mengangkut lumpur yang sudah tidak bisa digunakan. Sejauh ini lumpur baru dimanfaatkan untuk melakukan pengurukan.

BERITA TERKAIT
Pipa Jebol Sudah Diperbaiki, Distribusi Air Bersih Normal Kembali

Pipa Bocor di Kalimalang Selesai Diperbaiki

Rabu, 15 April 2015 3793

Pemprov DKI Bentuk Tim Akusisi Palyja dan Aetra

Basuki Bentuk Tim Ambil Alih Palyja dan Aetra

Rabu, 25 Maret 2015 3741

44 Instansi Pemerintah Masih Gunakan Air Tanah

44 Instansi Pemerintah Masih Gunakan Air Tanah

Rabu, 08 Oktober 2014 5105

Aetra Akan Remajakan Pompa Tua

Aetra Akan Remajakan Pompa Tua

Selasa, 23 Desember 2014 8617

 12 Ton Sedimen Diangkat Dari Saluran Menteng Pulo

12 Ton Lumpur Diangkat dari Saluran Menteng Pulo

Kamis, 07 Mei 2015 4015

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9270

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3233

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3657

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1949

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1517

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks