Dinkes Optimalkan Sistem Kesehatan di DKI Berbasis Kolaborasi

Jumat, 17 Juni 2022 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Toni Riyanto 2611

Dinkes Optimalkan Sistem Kesehatan di DKI Berbasis Kolaborasi

(Foto: doc)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan layanan sistem kesehatan publik. Selain melakukan pelbagai perbaikan dan peningkatan infrastruktur layanan, DKI Jakarta juga menggencarkan promotif hingga preventif sebagai pengembangan sistem kesehatan.

Butuh aspek pilar strategi kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, perkembangan Jakarta ke depan pasca-IKN berpindah memiliki visi menjadi kota bisnis dan perekonomian nasional yang berkelanjutan serta berkeadilan. Agar dapat mewujudkannya, dibutuhkan peran serta semua pihak berkolaborasi di bidang kesehatan.

"Mewujudkan Jakarta ke depan sebagai kota bisnis dan perekonomian nasional butuh aspek pilar strategi kesehatan agar mimpi terwujud," katanya saat kegiatan dialog "Kesehatan Masyarakat yang Paripurna Kunci Kemajuan Jakarta", Jumat (17/6).

Widy menjelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah berproses mewujudkannya. Tidak hanya fokus pada kuratif, DKI Jakarta sudah menyadari pentingnya aspek promotif dan kuratif sebagai bagian dari sistem kesehatan.

Prakteknya, lanjut Widy, Dinas Kesehatan juga melibatkan berbagai pihak mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya hingga sektor private layanan Kesehatan. Contohnya, bidang preventif pihak Dinas Sumber Daya Air berupaya membangun sanitasi lingkungan yang hiegenis.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan mengembangkan sejumlah program serta kegiatan berupaya mewujudkan langit biru yang mengupayakan udara lebih sehat. Selanjutnya, Dinas Bina Marga juga terus melakukan pengembangan pedestrian yang bertujuan agar masyarakat terpacu memiliki kebiasaan berjalan kaki yang menyehatkan.

"Saat pandemi kemarin juga mengajarkan kita kolaboratif dengan 153 rumah sakit swasta, pemerintah pusat, BUMN bersama membuka akses warga terdampak COVID-19 mengatasi keterbatasan bed di rumah sakit umum daerah( RSUD)," tambahnya.

Selain kolaborasi dengan berbagai rumah sakit, Widy juga menyampaikan ada lebih dari 2.000 klinik yang perlu dikolaborasikan. Melalui kolaborasi berbagai pihak itu akan memperluas layanan, sehingga DKI tidak perlu lagi secara khusus membangun layanan primer.

"Tidak mungkin dikerjakan Dinkes sendiri, termasuk preventif. Kita harus kolaborasi dengan berbagai sektor menghadirkan jaminan kesehatan yang terakses segala lapisan masyarakat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
DKI Gelar Dialog

Dialog Jakarta ke Depan Usung Tema Kesehatan Masyarakat

Jumat, 17 Juni 2022 2400

Yuk! Vaksin di Monas

Yuk! Vaksin dan Cek Kesehatan di Monas

Jumat, 17 Juni 2022 2391

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5218

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1342

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1446

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1374

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 560

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks