Dinkes Optimalkan Sistem Kesehatan di DKI Berbasis Kolaborasi

Jumat, 17 Juni 2022 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Toni Riyanto 2734

Dinkes Optimalkan Sistem Kesehatan di DKI Berbasis Kolaborasi

(Foto: doc)

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan layanan sistem kesehatan publik. Selain melakukan pelbagai perbaikan dan peningkatan infrastruktur layanan, DKI Jakarta juga menggencarkan promotif hingga preventif sebagai pengembangan sistem kesehatan.

Butuh aspek pilar strategi kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, perkembangan Jakarta ke depan pasca-IKN berpindah memiliki visi menjadi kota bisnis dan perekonomian nasional yang berkelanjutan serta berkeadilan. Agar dapat mewujudkannya, dibutuhkan peran serta semua pihak berkolaborasi di bidang kesehatan.

"Mewujudkan Jakarta ke depan sebagai kota bisnis dan perekonomian nasional butuh aspek pilar strategi kesehatan agar mimpi terwujud," katanya saat kegiatan dialog "Kesehatan Masyarakat yang Paripurna Kunci Kemajuan Jakarta", Jumat (17/6).

Widy menjelaskan, selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah berproses mewujudkannya. Tidak hanya fokus pada kuratif, DKI Jakarta sudah menyadari pentingnya aspek promotif dan kuratif sebagai bagian dari sistem kesehatan.

Prakteknya, lanjut Widy, Dinas Kesehatan juga melibatkan berbagai pihak mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya hingga sektor private layanan Kesehatan. Contohnya, bidang preventif pihak Dinas Sumber Daya Air berupaya membangun sanitasi lingkungan yang hiegenis.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan mengembangkan sejumlah program serta kegiatan berupaya mewujudkan langit biru yang mengupayakan udara lebih sehat. Selanjutnya, Dinas Bina Marga juga terus melakukan pengembangan pedestrian yang bertujuan agar masyarakat terpacu memiliki kebiasaan berjalan kaki yang menyehatkan.

"Saat pandemi kemarin juga mengajarkan kita kolaboratif dengan 153 rumah sakit swasta, pemerintah pusat, BUMN bersama membuka akses warga terdampak COVID-19 mengatasi keterbatasan bed di rumah sakit umum daerah( RSUD)," tambahnya.

Selain kolaborasi dengan berbagai rumah sakit, Widy juga menyampaikan ada lebih dari 2.000 klinik yang perlu dikolaborasikan. Melalui kolaborasi berbagai pihak itu akan memperluas layanan, sehingga DKI tidak perlu lagi secara khusus membangun layanan primer.

"Tidak mungkin dikerjakan Dinkes sendiri, termasuk preventif. Kita harus kolaborasi dengan berbagai sektor menghadirkan jaminan kesehatan yang terakses segala lapisan masyarakat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
DKI Gelar Dialog

Dialog Jakarta ke Depan Usung Tema Kesehatan Masyarakat

Jumat, 17 Juni 2022 2497

Yuk! Vaksin di Monas

Yuk! Vaksin dan Cek Kesehatan di Monas

Jumat, 17 Juni 2022 2508

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2966

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1372

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 528

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1294

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1103

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks