Pabrik Mebel di Cakung Terbakar, Puluhan Mobil Damkar Dikerahkan

Reporter : Nurito | Editor : Erikyanri Maulana | Minggu, 09 Agustus 2020 18:55 WIB | Dibaca 753 kali
Pabrik Mebel di Cakung Terbakar, Puluhan Mobil Damkar Dikerahkan (Foto : Nurito / Beritajakarta.id)

Kebakaran hebat melanda pabrik mebel di Jl Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (9/8) siang. Hingga sore, petugas masih melakukan proses pemadaman dengan mengerahkan 26 unit mobil pemadam kebakaran (damkar).

" Awalnya muncul asap tebal, tak lama kobaran api yang besar juga mucul dari dalam pabrik,"

Warsito (42), salah seorang karyawan pabrik menuturkan, dirinya melihat kobaran api yang langsung membesar dari dalam pabrik. Dalam waktu sekejap, kobaran api terus membesar membakar tumpukan kayu dan bahan mudah terbakar lainnya yang berada di area pabrik.

"Awalnya muncul asap tebal, tak lama kobaran api yang besar juga mucul dari dalam pabrik. Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena kobaran api cukup besar sehingga menyulitkan proses pemadaman," ujar Warsito.

Kasi Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Informasi di lapangan menyebutkan asap api dari tumpukan kayu untuk bahan pembuatan meja dan sempat terdengar beberapa kali suara ledakan.

"Informasi yang kami peroleh, peristiwa ini berawal dari adanya pekerja yang sedang mengamplas di bagian pembuatan meja. Kemudian tiba-tiba muncul api dan langsung membesar dan terjadi beberapa kali ledakan," kata Gatot.

Dikatakan Gatot, banyaknya bahan yang mudah terbakar serta sulitnya sumber air di lokasi kejadian menjadi kendala proses pemadaman. Meski demikian pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain.

Dia menambahkan, pihaknya telah mengerahkan 26 unit mobil pemadam kebakaran berikut 130 personelnya untuk melakukan pemadaman. Hingga pukul 17.30 atau selama 5,5 jam petugas masih melakukan proses pemadaman.

"Kami belum bisa hitung jumlah kerugian akibat kebakaran ini. Kami masih melakukan pendinginan," tandasnya.

TOP