Berburu Timun Suri di Bulan Ramadan

Reporter : Rudi Hermawan | Editor : Erikyanri Maulana | Senin, 27 April 2020 18:14 WIB | Dibaca 691 kali
Berburu Timun Suri di Bulan Ramadan (Foto : Rudi Hermawan / Beritajakarta.id)

Siapa yang tak kenal dengan timun suri? Buah dengan rasa yang khas ini dapat dengan mudah ditemui saat bulan Ramadan. Salah satu tempat penjualan timun suri terdapat di Jl Puri Indah Raya, Kembangan Selatan, Kembangan, dekat Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

" Timun suri dijual mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per buah,"

Setiap memasuki bulan Ramadan, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa, kawasan ini tidak pernah sepi dari para pemburu timun suri. Buah ini memuat beragam nutrisi seperti asam linoleat, vitamin A, vitamin C, kalium, potasium, dan magnesium yang berkhasiat baik untuk tubuh.

Emi (35), salah satu pedagang timun suri di Jl Puri Indah Raya, Kembangan menuturkan, ia bersama teman-temannya setiap tahun berjualan di lokasi tersebut. Timun suri yang dijual merupakan hasil menanam sendiri memanfaatkan lahan pengembang yang sedang tidak dimanfaatkan. Penanaman sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu agar bisa dipanen saat bulan Ramadan.

"Timun suri dijual mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per buah. Harganya masih bisa ditawar tergantung besar kecilnya ukuran buah," ujar Emi, saat berbincang dengan beritajakarta.id, Senin (27/4).

Menurut Emi, meski kondisi saat ini tengah dalam pandemi Coronavirus Disease (COVID-19), namun jumlah pembeli sejak hari pertama Ramadan hingga saat ini tetap ramai. Timun suri nampaknya masih menjadi pilihan favorit warga sebagai hindangan untuk berbuka puasa.

"Masih sama saja seperti tahun lalu, tidak ada penurunan jumlah pembeli yang drastis walau sedang ramai kasus virus corona. Sehari bisa 10-15 buah habis terjual," katanya.

Ditambahkan Emi, ia dan rekan-rekan pedagang timun suri di kawasan tersebut juga memperhatikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Ia mengaku selalu menggunakan masker, sarung tangan, menjaga jarak, serta mencuci tangan menggunakan hand sanitizer.

"Kami buka mulai pukul 09.00 hingga 18.00 dan akan berjualan sampai malam takbiran," ucapnya.

Sementara itu Adi (30), salah satu pembeli mengaku sering membeli timun suri di kawasan Jl Puri Indah Raya untuk dihidangkan saat berbuka puasa bersama keluarga. Dari pengalamannya membeli timun suri di kawasan Kembangan ini, ia mengaku tidak pernah kecewa karena buah yang ditawarkan kondisinya bagus dan besar.

"Saya setiap tahun kalau mau beli timun suri di sini untuk menu berbuka puasa," katanya.

Lurah Kembangan Selatan, Aryan Syafari mengatakan, pihaknya mengimbau kepada para pembeli dan penjual timun suri untuk tetap menjaga kebersihan serta mengikuti aturan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Kami akan cek dan monitor agar pedagang maupun pembeli mematuhi aturan pemerintah tentang physical distancing, menggunakan masker dan lain sebagainya," tandas Aryan.


TOP