Siswa di Jakut Tebar Optimistis di Tengah COVID- 19 Melalui Puisi

Reporter : Budhi Firmansyah Surapati | Editor : Budhy Tristanto | Rabu, 15 April 2020 22:41 WIB | Dibaca 46442 kali
Siswa di Jakut Tebar Optimistis di Tengah COVID- 19 Melalui Puisi (Foto : Budhi Firmansyah Surapati / Beritajakarta.id)

Kondisi belajar di rumah akibat wabah COVID-19 ternyata tidak mematikan semangat dan kreatifitas siswa SMAN 18 Tanjung Priok, Bryan Susanto (16) untuk berkarya.

" Karena dengan itulah kita bisa sintas di tengah wabah ini dan hidup lebih baik di hari esok"

Putra ketiga dari pasangan, Iwan Susanto (alm) dan Muk Moy ini menciptakan puisi berjudul Corona sebagai tugas mandiri mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Walaupun menjadi bagian dari tugas sekolahnya, bait-bait puisi yang ditulis warga RT 08/07 Kelurahan Warakas tersebut mengandung semangat optimistis. Dengan untaian kata yang sederhana, demikian kuat pesan yang disampaikan merebaknya virus Corona bukan berarti kehidupan akan berakhir. 

"Kita semua kaget dan terpukul ya tiba-tiba virus Corona menyebar secara luas dalam waktu singkat. Tapi ada sisi positif dari situasi ini," katanya, Rabu (15/4). 

Diawal puisinya, siswa Kelas XI IPS 3 ini menggambarkan bagaimana demikian cepatnya wabah virus corona menyebar ke berbagai belahan bumi dan merenggut ribuan jiwa dalam waktu singkat. Akibatnya, tatanan sosial luluh lantak. 

Namun di balik bencana tersebut, Bryan mengguratkan keyakinannya bahwa alam memiliki cara untuk memulihkan diri. Kondisi kevakuman aktivitas memberi kesempatan alam untuk memperbaiki diri sehingga ke depan menjadi tempat yang lebih baik didiami manusia. 

Demikian juga dengan hubungan sosial antar manusia, semakin erat lantaran ada semangat bersama menjadi penyintas di tengah penyebaran wabah ini. Secara sadar mereka mengakhiri segala pertentangan dan membangun semangat solidaritas. 

Kemudian di bagian akhir, Bryan menyampaikan harapnya agar semangat dan situasi yang baik di tengah merebaknya wabah ini bisa menjadi pondasi tatanan masyarakat ke depan. Menjadi manusia yang manusiawi dengan tetap memperhatikan keberlangsungan alam. 

"Kita harus optimistis. Karena dengan itulah kita bisa sintas di tengah wabah ini dan hidup lebih baik di hari esok," tandasnya. 

CORONA

KARYA: BRYAN XI IPS 3 SMAN 18 Jakarta Utara

Bagai badai yang besar

Masuk secara tiba-tiba

Menghancurkan banyak negeri

Membuat kekacauan di mana-mana

Dunia seakan berhenti

Kehidupan yang tentram tinggal kenangan

Kematian seakan mengikuti setiap langkah

Ketakutan akan kematian semakin merambah

Tapi di balik itu semua....

Alam menjadi tenang tanpa ada campur tangan manusia

Alam kembali seperti semula

Angan keindahan alam seakan nyata kembali

Perang berhenti seketika

Perdamaian kembali dirasakan

Pikiran kemanusiaan kembali dirasakan

Persatuan di dunia kembali terjadi

Kini...

Saatnya kita bersatu melawan bahaya ini

Sirnakan pikiran egois

Singkirkan kepentingan pribadi

Satukan cinta dan perdamaian dalam mengatasi masalah ini

Berdoa agar semua kembali normal

Bangun kehidupan yang baru setelah semua ini usai

Belajarlah dari pengalaman ini di kehidupan selanjutnya

Berjanji akan selalu mengingat ketenangan alam saat ini

TOP