Kisah Sukses Sanggar Al-Munawar Merajai Lomba Qasidah

Selasa, 14 April 2020 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Andry 2992

Sanggar Seni Al-Munawar Raih Prestasi Hingga Tingkat Provinsi

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Prestasi gemilang yang ditorehkan Sanggar Al-Munawar dalam bidang kesenian musik religi patut diapresiasi.

Hasilnya puluhan prestasi berhasil kita raih dari ajang ini

Bagaimana tidak, sanggar yang berdiri sejak 2005 ini pernah sukses meraih dua kali juara satu dalam perlombaan Qasidah tingkat nasional mewakili DKI Jakarta.

Pendiri Sanggar Al-Munawar, Hadi Marwan mengatakan, sanggar yang dibentuk di Jalan Semanan Raya, RT 03/09, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat ini sejak awal fokus menggeluti musik religi mulai dari hadroh, marawis, qasidah hingga gambus.

"Sanggar Al-Munawar saya dirikan bersama dua teman saya saat masih remaja, tepatnya tahun 2005," katanya kepada Beritajakarta.id, Selasa (14/4).

Pria berusia 28 tahun ini menuturkan, kecintaannya terhadap musik religi telah dirasakan saat mengikuti ekstrakulikuler kesenian di bangku SMP.

"Awalnya saya tidak mengerti apa itu musik qasidah, marawis, hadroh dan lainnya. Jadi saat itu saya hanya sekedar iseng belajar," ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, Hadi mengaku semakin tertarik mendalami musik religi ini hingga akhirnya tergerak mendirikan Sanggar Al-Munawar bersama dua rekannya semasa SMA.

"Saya terus menekuni kesenian ini dan berhasil menguasai sembilan alat musik rebana," tuturnya bangga.

Berbekal kemampuannya itu, Hadi pun memberanikan diri mengajarkan alat musik religi ini kepada siswa SMA dan mahasiswa di Sanggar Al-Munawar. Bersama anak-anak didiknya itu, sanggarnya mulai mengikuti kompetisi Qasidah mulai dari tingkat kota hingga nasional.

"Hasilnya puluhan prestasi berhasil kita raih dari ajang ini," ungkapnya.

Hadi menyebutkan, prestasi yang sukses ditorehkan sanggarnya beragam. Antara lain empat kali merajai lomba Marawis tingkat DKI Jakarta pada 2011, 2012, 2015 dan 2016. Termasuk menjuarai lomba Qasidah tingkat nasional pada 2013 di Balik Papan dan 2015 di Kendari.

"Buat saya sekarang, memainkan musik Islami bukan hanya untuk kesenangan, tapi juga siar agama," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Menilik Sejarah Teater Poros Jakarta di Kawasan Senen

Menilik Sejarah Teater Poros Jakarta di Kawasan Senen

Selasa, 07 April 2020 3213

 Batavia Art Hasilkan Boneka Ondel Ondel Dari Daur Ulang Bahan Bekas

Mengintip Kreasi Ondel-ondel Buatan Batavia Art Collection

Senin, 16 Maret 2020 5421

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 6954

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 3885

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5698

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 1937

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1270

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks