Pemprov DKI Menerima Bantuan dari Kadin Indonesia dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk Penanggulangan COVID-19

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 03 April 2020 14:05 WIB | Dibaca 689 kali
Pemprov DKI Menerima Bantuan dari Kadin Indonesia dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk Penanggulangan COVID-19 (Foto : / Beritajakarta.id)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima bantuan dari beberapa perusahaan yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan PT Unilever Indonesia dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta.

"Kita sampaikan apresiasi sekali "

Penyerahan bantuan secara simbolis diwakili oleh Rosan P Roeslani sebagai Ketua Umum KADIN Indonesia kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/4).

"Pagi ini kita menerima secara simbolik dukungan yang sesungguhnya sudah datang dukungannya sejak awal. Dukungan yang diberikan dari teman-teman dunia usaha untuk kita menghadapi penyebaran COVID-19 ini. Ada dukungan yang bentuknya konkret. Dibutuhkan APD untuk tenaga medis, dan itu krusial, begitu juga masker. Alhamdulillah datang awal. Kemudian, alat testing juga datang. Kita sampaikan apresiasi sekali, sudah langsung dimanfaatkan. Dan bukan hanya dimanfaatkan untuk DKI Jakarta, tapi juga tetangga-tetangga kita merasakan manfaat itu," ujar Anies, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies menyampaikan, pandemi COVID-19 adalah tantangan kemanusiaan yang dihadapi dunia dan membutuhkan solidaritas bersama untuk saling membantu dengan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak. Gubernur Anies menyebut, upaya penanggulangan pandemi COVID-19 adalah kerja gotong-royong kolosal yang harus dilakukan seluruh komponen masyarakat.

"Kita berharap dari dukungan ini, kita bisa kampanyekan sama-sama semangat untuk kerja sama, semangat untuk saling mendukung. Dan yang tidak kalah penting, mari kita kurangi penyebaran COVID-19 ini dengan cara disiplin untuk menjaga jarak, disiplin untuk berkegiatan di rumah," terangnya.

Menurutnya, situasi perekonomian dan tantangan dunia usaha saat ini tidak ringan. Krisis perekonomian yang dialami saat ini berbeda dengan krisis lainnya karena sisi permintaan dan pengawasan mengalami masalah, sehingga pasar terganggu dari kedua sisi tersebut.

"Saya atas nama pemerintah ingin menyampaikan terima kasih. Selain sumbangan ini, adalah juga titipan tanggung jawab yang tidak kecil yang ada pada Bapak/Ibu sekalian, karena ratusan ribu keluarga menggantungkan kepada keputusan-keputusan besar yang Bapak/Ibu ambil di dunia usaha di minggu-minggu ke depan. Mudah-mudahan Bapak/Ibu sekalian diberikan kemudahan, kekuatan untuk menjalani masa yang sulit ini dan izinkan saya atas nama warga Jakarta menyampaikan terima kasih atas dukungannya," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan P Roeslani, menjelaskan, dunia usaha di berbagai tingkatan berkomitmen untuk bersama-sama pemerintah menanggulangi pandemi COVID-19 di Jakarta. Rosan mengajak dunia usaha untuk terus berkolaborasi karena tanggung jawab atas pandemi COVID-19 tidak hanya berada pada pemerintahan, tetapi juga sektor privat dan seluruh komponen masyarakat.

"Mudah-mudahan kebersamaan kita ini, kegotong royongan kita, dan persatuan kesatuan kita. Ini terus terbina karena ini adalah masa-masa yang sulit, masa-masa yang berat, yang tidak gampang. Dan rasa kebersamaan dan persatuan kita sangat-sangat dibutuhkan terutama pada saat-saat seperti ini," tandasnya.

Perlu diketahui, KADIN Indonesia melalui PT Unilever Indonesia menyerahkan bantuan dalam berbagai bentuk produk kesehatan seperti, hand sanitizer, sabun, produk perawatan higienitas rumah, maupun paket makanan-minuman untuk tenaga medis dengan nilai total 10 Miliar rupiah. Selain itu, terdapat pula bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang sudah tersalurkan ke Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk alat kesehatan, yaitu 105.000 masker, 300 APD, dan 100.000 rapid test kit.

TOP