Poktan Gang Hijau Asmat Produksi Minuman Kesehatan dari Sayur dan Toga

Jumat, 17 Januari 2020 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Rio Sandiputra 4855

Poktan Gang Hijau Asmat Hasilkan Minuman Segar dan Berkhasiat Dari Sayuran dan Toga

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Keseriusan anggota kelompok tani (Poktan) Gang Hijau Asmat, RT 15/02, Kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam pengelolaan urban farming patut diacungi jempol. Tidak hanya berhasil mengembangkan urban farming, kelompok ini mengolah hasil pertaniannya menjadi produk minuman kesehatan.

Kami belajar dan berkreasi sejak tahun lalu,

Ketua Poktan Gang Hijau Asmat, Latifah (52) mengungkapkan, poktan ini berdiri pada 2017 lalu. Berawal dari keinginan untuk memanfaatkan lahan di permukiman agar lebih memiliki daya guna. 

"Tujuan awalnya menanam sayuran dan tanaman obat keluarga (Toga) dengan konsep urban farming di lingkungan. Kami belajar dan berkreasi sejak tahun lalu, untuk mengolah sayuran dan toga menjadi minuman yang memiliki khasiat buat kesehatan tubuh," ungkapnya saat ditemui di Balkot Farm, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/1).

Salah satu produk unggulan dan masih jarang ada di tempat lain yaitu produk minuman jus segar kale. Daun kale hasil dari panen urban farming di lingkungannya, diolah dengan cara diblender bersama buah nanas, lemon, dan madu.

"Daun kale itu kaya antioksidan, vitamin C, vitamin K dan bisa menurunkan kolesterol. Kita blender dengan nanas, lemon dan madu yang memiliki kandungan vitamin dan manfaat baik untuk kesehatan," jelasnya.

Rasa yang dihasilkan dari perpaduan bahan minuman tersebut sangat menyegarkan. Minuman ini dikemas dalam botol ukuran 250 mililiter, dan dijual dengan harga Rp 15 ribu per botolnya.

Tidak hanya itu, ada pula produk teh kembang teleng, minuman sachet temu lawak dan juga paket wedang uwuh asmat.

"Kalau yang dari tanaman toga itu kita keringkan dan dimasukin ke sachet, jadi tinggal dicampur air panas saja. Per bungkusnya dijual dengan harga Rp 5.000," ucapnya.

Dengan usaha dari Poktan ini, tidak hanya membuat permukiman di RT 15/02 Kelurahan Petukangan Selatan menjadi hijau, tetapi dapat juga meningkatkan perekonomian dari warga.

"Memang pemasarannya baru sekitar lingkungan rumah kita atau di grup-grup media sosial. Tapi kita terus akan memperluas pemasarannya," tandas Latifah.

BERITA TERKAIT
Puluhan Mahasiswa AIESEC Kunjungi Percontohan Urban Farming di Cempaka Putih Timur

Puluhan Mahasiswa AIESEC Pelajari Urban Farming di Jakpus

Kamis, 16 Januari 2020 3219

 Warga Pulau Payung Mendapatkan Pelatihan Urban Farming

Warga Pulau Payung Dapat Pelatihan Urban Farming

Rabu, 04 Desember 2019 2764

       Kolong Flyover Cipinang Ditanami Sayur Mayur

Kolong Flyover Cipinang Ditanami Sayur Mayur

Rabu, 08 Januari 2020 4339

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 29845

Petugas tj bantu warga ist2

Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

Kamis, 15 Oktober 2026 13901

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 2236

Transjakarta penghargaan pusta karsa ist

Hattrick, Transjakarta Pertahankan Predikat Terbaik Pertama Pengelolaan Arsip

Kamis, 15 Oktober 2026 1668

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1949

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks