Malam Jamuan JILF 2019, Jakarta Siap Dukung Jejaring Antar Penulis Internasional

Reporter : Mustaqim Amna | Editor : Toni Riyanto | Senin, 19 Agustus 2019 22:52 WIB | Dibaca 444 kali
Malam Jamuan JILF 2019, Jakarta Siap Dukung Jejaring Antar Penulis Internasional (Foto : Mochamad Tresna Suheryanto / Beritajakarta.id)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyambut puluhan peserta 1st Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019 dalam jamuan makan malam bersama di Balai Agung, Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/8).

"M endukung Jakarta International Literary Festival"

Kegiatan yang direncanakan sejak tiga tahun lalu oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan didukung Pemprov DKI Jakarta ini akan berlangsung pada 20-24 Agustus 2019 mendatang di Taman Ismail Marzuki dengan mengangkat tema "PAGAR".

"Izinkan saya untuk menyambut kedatangan kalian di Gedung Balai Kota Jakarta. Ini merupakan kehormatan bagi kami sebagai tuan rumah dari makan malam ini, dan untuk mendukung Jakarta International Literary Festival pertama. Kegiatan ini sangat sesuai dengan visi kami. Kami ingin memandang kota ini bukan sekadar bangunan infrastruktur fisik. Sesuatu dikatakan sebagai kota karena orang-orang yang hidup di dalamnya membentuk kebudayaan, membentuk peradaban, dan kami ingin melihat banyak dari bentuk kebudayaan maupun peradaban tersebut datang ke Jakarta. Jadi kami sangat senang menyambut kalian semua di pertemuan penting ini," ujar Anies dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies kemudian menjelaskan momen JILF 2019 diadakan setelah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 yang membawa pesan persatuan dalam keberagaman. Gubernur Anies menekankan beberapa momen bersejarah yang membentuk negara Indonesia telah dilakukan di Jakarta, termasuk deklarasi proklamasi.

Anies menyebut Jakarta telah menjadi pusat dari perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Dengan potensi lebih dari 700 bahasa lisan dan 400 kelompok etnis, Indonesia telah sepakat untuk memperjuangkan persatuan di tengah keberagaman.

"Keberagaman itu telah ditetapkan sedari awal, tapi persatuan merupakan keputusan bersama dari orang-orang. Dan kami telah menyepakati untuk menciptakan persatuan di negara ini. Dan persatuan itu telah ditetapkan di sini, di Jakarta. Kami telah melalui perjalanan cukup panjang untuk menuju itu. Dan kami berharap kerja dari literasi, kita bersama menyusun platform yang sama untuk menjaga (melestarikan) dan mengembangkan persatuan kami di sini, di Indonesia hingga ke tingkat global," terangnya.

Anies berharap rangkaian kegiatan JILF 2019 yang akan diselenggarakan untuk yang pertama kalinya ini dapat menjadi momentum bersama untuk menciptakan jejaring antar penulis dan Jakarta siap menjadi tuan rumah untuk perkembangannya di masa depan.

Anies meyakini Jakarta dapat terus memberikan pelayanan terbaik sebagai pusat para penulis dunia untuk membangun jejaring, mengekspresikan ide-ide mereka, serta membagikan karya kreatif di dunia.

"Dan kami berharap kalian menyenangi perjalanan dari masyarakat kota Jakarta yang telah berumur hampir 500 tahun. Kota ini telah merayakan ulang tahun ke-492 pada tahun ini, dan kami berharap beberapa tempat bersejarah di kota ini akan mengajak kalian ke dalam perjalanan bagaimana Indonesia maupun kota Jakarta telah bertransformasi hingga sekarang. Dan kami berharap suatu hari kalian akan menulis tentang Jakarta, tentang pengalaman kalian, dan kami akan sangat mengapresiasi saat kalian membagikan cerita kalian berkunjung ke Jakarta," tandasnya.

Perlu diketahui, JILF 2019 akan diisi oleh berbagai kegiatan literasi antara lain konferensi, simposium, talkshow, malam membaca, lab ekosistem literasi, pameran, serta penjualan buku. JILF 2019 akan dimeriahkan dengan para penulis dari berbagai belahan dunia, antara lain Legodle Seganabeng (Bosnawa); Oliver Precht (Jerman); Akhil Katyal (India); Amir Muhammad, dan Faisal Tehrani (Malaysia); Shenaz Patel (Mauritius); Adania Shibli (Palestina); Clarissa Goenawan, dan Sharlene Teo (singapura) Momtaza Mehri (Somalia); Zainab Priya Dala (Afrika Selatan); Prabda Yoon (Thailand); Eliza Victoria, dan Ramon 'Bomen' Guillermo (Filipina); Bejan Matur (Turki); Laurie Callahan (Amerika Serikat); Stephanos Stephanides (Cyprus); serta 38 penulis terkenal Indonesia seperti JJ Rizal, Saras Dewi, Aan Mansyur, Ben Sohib, dan Ade Putri Paramadita.

TOP