Warga Apresiasi Penataan Kolong Tol Meruya

Reporter : Folmer | Editor : Budhy Tristanto | Jumat, 19 Juli 2019 19:08 WIB | Dibaca 1492 kali
Warga Apresiasi Penataan Kolong Tol Meruya (Foto : Folmer / Beritajakarta.id)

Penataan kolong jalan tol di Jalan Meruya Utara yang dilakukan petugas dari Kecamatan Kembangan, mendapat apresiasi dari warga. Mereka memanfaatkan lokasi kolong tol yang ditata jadi taman dengan hiasan mural Betawi untuk aktifitas berfoto.

"penerangan sangat minim sehingga terlihat menyeramkan, tapi sekarang rapi dan indah, "

"Dahulu, kondisi kolong jalan tol Meruya Utara kotor dan kusam. Terlebih saat malam hari, penerangan sangat minim sehingga terlihat menyeramkan, tapi sekarang rapi dan indah," ujar Aji, warga Meruya Utara, Jumat (19/7).

Komentar serupa diucapkan, Anisa (35), karyawati di salah satu perusahaan di Jalan Meruya Utara. Dia berharap, setelah penataan ini semua pihak merawat taman di kolong jalan tol Meruya Utara.

"Semoga taman dan mural di kolong jalan tol Meruya Utara terjaga keasrian dan dijaga bersama agar tidak dirusak atau dicorat coret," paparnya.

Berdasarkan pantauan beritaJakarta.id, berbagai lukisan simbol Betawi di antaranya Monas, Ondel-ondel, Delman, Tarian Betawi dan panjat pinang terpampang di sisi kanan tembok kolong tol.

Sedangkan di sisi lainnya, ada lukisan Ikan Cupang Serit dan Bunga Anggrek yang menjadi logo Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat. Serta gambar pepohonan di bagian bawah.

Pada bagian tengah, ada pos penjagaan berkonsep rumah khas Betawi berwarna kuning dan hijau, lengkap pagar kayu berwarna senada. Di bagian teras posko penjagaan, disediakan kursi kayu yang biasa dijumpai di rumah asli Betawi.

Sedangkan dinding tepat di atas rumah tersebut tertulis Taman Betawi, Kelurahan Meruya Utara dan Kembangan Mantap yang memiliki kepanjangan manusiawi, aman, nyaman, tertib, asri dan berbudaya.

Camat Kembangan, Agus Ramdani menambahkan, pihaknya akan membuat taman dan mural serupa di satu sisi lagi di kolong jalan tol Meruya Utara.

"Penataan kolong jalan layang tol dan non tol di delapan titik melibatkan peran serta SKPD dan partisipasi warga sekitar," tandasnya.

TOP