WHO Kunjungi Puskesmas Kecamatan Setibudi

Reporter : Maulana Khamal Macharani | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 19 Juli 2019 12:45 WIB | Dibaca 1099 kali
WHO Kunjungi Puskesmas Kecamatan Setibudi (Foto : Maulana Khamal Macharani / Beritajakarta.id)

World Health Organization (WHO) melakukan kunjungan ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, dalam rangka Field Visit 14th Global Meeting on Public Private Mix (PPM) for Tuberculosis Prevention and Care.

"  Jejaring internal dan eksternal tuberkulosis"

Turut hadir, Perwakilan Subdit TB dari Kementerian Kesehatan RI, Sulistyo; Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Komarunisa; dan Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Tuberkulosis (KMP TB) Kecamatan Setiabudi, Haryanto.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Jakarta Sslatan, Komarunisa mengatakan, tujuan kedatangan WHO dan 14 peserta dari berbagai negara ini untuk mengetahui perkembangan implementasi PPM TB di Jakarta.

"Kami menginformasikan mengenai mekanisme jejaring internal dan eksternal tuberkulosis yang diterapkan oleh Puskesmas Kecamatan Setiabudi," ujarnya, Jumat (19/7).

Sementara itu, sejumlah peserta dan perwakilan WHO memberikan beragam tanggapan positif. Salah satunya Allan Fabela dari Filipina yang menyebut fasilitas dan aktivitas di Puskesmas Setiabudi telah terorganisasi dengan sangat baik.

"This is a very well organized facility with well activity," ungkapnya.

Peserta lainnya, Khawaja Haeed Ahmaij dari Pakistan mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Puskesmas Setiabudi di bidang PPM mampu memberikan informasi pencegahan dini TB yang signifikan, yaitu dengan cara berkolaborasi dengan masyarakat setempat.

"Great session! I learned a lot, keep the great collaboration with the community alive," tandasnya.

Untuk diketahui, Puskesmas Kecamatan Setiabudi telah membentuk sistem sosialisasi dan edukasi mengenai Tuberkulosis yang berkolaborasi dengan kader PKK, Posyandu dan para pemangku lingkungan melalui pembentukan Komunitas Masyarakat Peduli Tuberkulosis Setiabudi (KMP TB).

TOP