Puluhan Anak dari Kelurahan Buluri di Palu Ikuti Psychological First Aid

Rabu, 24 April 2019 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 4154

Puluhan Anak di Kota Palu Antusias Ikuti Kegiatan PFA

(Foto: Aldi Geri Lumban Tobing)

Tim Psikososial Provinsi DKI Jakarta melakukan Psychological First Aid (PFA) bagi puluhan anak dari Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Palu, Sulawesi Tengah.

Kita lakukan klasifikasi berdasarkan usia

Pantauan beritajakarta.id, sekitar 50 anak anak berusia tiga hingga 18 tahun terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WITA.

Koordinator Tim Psikososial DKI Jakarta, Anna Deasyana mengatakan, kegiatan PFA diawali dengan bernyanyi, yel-yel, dan aktivitas yang menggembirakan hati.

"Selanjutnya kita lakukan klasifikasi berdasarkan usia. Untuk 11 tahun ke atas kita minta mengisi kuesioner untuk mendapatkan pemetaan kondisi kesehatan mentalnya secara umum," ujarnya, Selasa (23/4).

Anna menjelaskan, bagi anak-anak berusia lima hingga 10 tahun diajak untuk belajar mengidentifikasi aneka emosi dan pikiran yang mereka miliki serta rasakan saat ini. Caranya, setiap anak diberikan kertas berukuran kecil (sticky note) sebagai media untuk menuangkan pikiran dan perasaan mereka.

"Kalau yang berusia lima tahun ke bawah kita ajak untuk mewarnai gambar yang bisa menjadi simbolisasi emosi," terangnya.

Pada tahap selanjutnya, sambung Anna, anak-anak diajak untuk mengimajinasikan tempat yang aman dan nyaman atau dikenal dengan teknik 'Safe Place'.

"Itu bertujuan agar anak-anak memiliki harapan dan mampu membangun kenyamanan diri di tengah situasi pasca bencana yang tidak nyaman," ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD DKI Jakarta, Joko Indro mengatakan, rangkaian kegiatan yang kami berikan kepada anak-anak tersebut untuk mengekspresikan jiwa dan emosi mereka.

"Adanya suasana yang riang gembira akan membuat anak-anak lebih mudah tersembuhkan apabila mereka memiliki masalah psikologi," ucapnya.

Di tempat yang sama, Nasria (40) menuturkan, sebagai orang tua dirinya mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Sebab, anaknya pernah mengalami trauma berat pasca terjadinya gempa bumi dan tsunami pada September 2018.

"Anak saya yang biasa periang jadi pendiam. Selama ada kegiatan seperti ini hilang sedikit-sedikit dan sekarang sudah mulai aktif main hingga mengaji," tandasnya.

BERITA TERKAIT
40 Warga Penyintas Likuifaksi di Sigi Antusias Ikut Pelatihan PFA

Puluhan Warga Desa Lolu di Sigi Diberi Pelatihan PFA

Senin, 22 April 2019 3950

Bupati Sigi Apresiasi Kehadiran Tim Psikososial DKI Jakarta di Sulawesi Tengah

Bupati Sigi Apresiasi Bantuan dari Pemprov DKI

Senin, 22 April 2019 2753

DKI Kembali Kirim Tim Psikososial ke Palu

Pemprov DKI Kirim Tim Psikososial ke Palu dan Sigi

Minggu, 21 April 2019 3787

BERITA POPULER
Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 3747

Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2650

Penataan Lahan Jadi Taman Interaktif Cijantung nurito

Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 1319

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1361

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1444

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks