Melihat Pengolahan Dodol Betawi Nyak Mai di Setu Babakan

Kamis, 14 Maret 2019 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Rio Sandiputra 7820

 Anda Suka Dodol, Yuk Ikuti Cara Pembuatanya

(Foto: Wuri Setyaningsih)

Kuliner khas Betawi semakin digemari masyarakat. Salah satunya dodol Betawi yang sudah terkenal kelezatannya.

Dari persiapan bahan, pencampuran dan yang paling lama itu proses pemasakan

Namun perlu diketahui, untuk membuat dodol Betawi perlu ketekunan, ketelitian, kesabaran dan tenaga yang banyak. Bukan hanya untuk mencampur macam-macam bahan dengan tepat, cara pengolahannya pun tidak sembarang membuatnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Beritajakarta.id mengunjungi salah satu pembuat dodol Betawi yang merupakan pelaku IKM Binaan UPK Setu Babakan, di Jalan Mohammad Kahfi II, RT 12/08, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Udin, pemilik IKM Dodol Nyak Mai ini mengungkapkan, untuk membuat dodol dengan ukuran satu kuali besar, bisa menghabiskan waktu kerja sekitar 10 jam.

"Dari persiapan bahan, pencampuran dan yang paling lama itu proses pemasakan. Karena harus diaduk terus selama 10 jam," ungkapnya, Kamis (14/3).

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan yaitu, gula merah, tepung ketan, santan kelapa, garam, dan gula putih. Untuk tahap pertama gula merah dicairkan dalam kuali dengan api sedang. Sambil menunggu gula merah mencair, adonan tepung ketan dan santan harus segera dibuat.

"Setelah adonan jadi dan gula merah mencair kita campurkan semuanya termasuk garam dan gula merah,” terangnya.

Menurut Udin proses yang harus diperhatikan dan butuh keahlian khusus yaitu pada pengadukan semua bahan. Sebab ada trik dan teknik khusus untuk menciptakan rasa dodol yang enak dan tahan lama.

“Saat adonan cair yang mengaduk berbeda dengan saat adonan sudah mengental. Ini dilakukan untuk mempertahankan tradisi, serta untuk menambah cita rasa serta tekstur dodol itu sendiri,” terangnya.

Dalam mengolah adonan, Udin masih mempertahankan tradisi yaitu memasak di atas tungku tanah dan kayu rambutan sebagai bahan kayu bakar.

"Kayu rambutan dipilih karena tidak mengandung banyak air, serta awet arangnya. Selain itu rasa dari dodol yang dimasak sangat berbeda," tandasnya.

Pemasaran Dodol Nyak Mai dilakukan di PBB Setu Babakan dan juga beberapa bazar yang kerap diadakan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Harga yang dibandrol untuk dodol dengan kemasan gulung yakni Rp 15 ribu, sementara untuk satu besek dodol bisa dijual Rp 85 ribu. Bagaimana, mau mencoba membuat dodol Betawi sendiri? Atau membeli yang telah siap dikonsumsi?

BERITA TERKAIT
60 Siswa Ikuti Sosialisasi Kebakaran

60 Siswa PAUD di Jagakarsa Diperkenalkan Profesi Pemadam Kebakaran

Kamis, 28 Februari 2019 2901

PBB Setu Babakan Rutin Gelar Pentas Seni & Budaya

PBB Setu Babakan Rutin Gelar Pentas Seni & Budaya

Kamis, 05 November 2015 4002

Ribuan Warga Padati Festival Condet

Festival Condet Langkah Pelestarian Budaya Nasional

Sabtu, 30 Juli 2016 10605

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 7776

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3031

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1892

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 844

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1115

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks