Melihat Pengolahan Dodol Betawi Nyak Mai di Setu Babakan

Reporter : Wuri Setyaningsih | Editor : Rio Sandiputra | Kamis, 14 Maret 2019 22:32 WIB | Dibaca 889 kali
Melihat Pengolahan Dodol Betawi Nyak Mai di Setu Babakan (Foto : Wuri Setyaningsih / Beritajakarta.id)

Kuliner khas Betawi semakin digemari masyarakat. Salah satunya dodol Betawi yang sudah terkenal kelezatannya.

" Dari persiapan bahan, pencampuran dan yang paling lama itu proses pemasakan"

Namun perlu diketahui, untuk membuat dodol Betawi perlu ketekunan, ketelitian, kesabaran dan tenaga yang banyak. Bukan hanya untuk mencampur macam-macam bahan dengan tepat, cara pengolahannya pun tidak sembarang membuatnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Beritajakarta.id mengunjungi salah satu pembuat dodol Betawi yang merupakan pelaku IKM Binaan UPK Setu Babakan, di Jalan Mohammad Kahfi II, RT 12/08, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Udin, pemilik IKM Dodol Nyak Mai ini mengungkapkan, untuk membuat dodol dengan ukuran satu kuali besar, bisa menghabiskan waktu kerja sekitar 10 jam.

"Dari persiapan bahan, pencampuran dan yang paling lama itu proses pemasakan. Karena harus diaduk terus selama 10 jam," ungkapnya, Kamis (14/3).

Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan yaitu, gula merah, tepung ketan, santan kelapa, garam, dan gula putih. Untuk tahap pertama gula merah dicairkan dalam kuali dengan api sedang. Sambil menunggu gula merah mencair, adonan tepung ketan dan santan harus segera dibuat.

"Setelah adonan jadi dan gula merah mencair kita campurkan semuanya termasuk garam dan gula merah,” terangnya.

Menurut Udin proses yang harus diperhatikan dan butuh keahlian khusus yaitu pada pengadukan semua bahan. Sebab ada trik dan teknik khusus untuk menciptakan rasa dodol yang enak dan tahan lama.

“Saat adonan cair yang mengaduk berbeda dengan saat adonan sudah mengental. Ini dilakukan untuk mempertahankan tradisi, serta untuk menambah cita rasa serta tekstur dodol itu sendiri,” terangnya.

Dalam mengolah adonan, Udin masih mempertahankan tradisi yaitu memasak di atas tungku tanah dan kayu rambutan sebagai bahan kayu bakar.

"Kayu rambutan dipilih karena tidak mengandung banyak air, serta awet arangnya. Selain itu rasa dari dodol yang dimasak sangat berbeda," tandasnya.

Pemasaran Dodol Nyak Mai dilakukan di PBB Setu Babakan dan juga beberapa bazar yang kerap diadakan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Harga yang dibandrol untuk dodol dengan kemasan gulung yakni Rp 15 ribu, sementara untuk satu besek dodol bisa dijual Rp 85 ribu. Bagaimana, mau mencoba membuat dodol Betawi sendiri? Atau membeli yang telah siap dikonsumsi?

TOP