Pensiunan ASN Pemprov DKI Kembangkan Urban Farming

Rabu, 13 Februari 2019 Reporter: Wuri Setyaningsih Editor: Rio Sandiputra 3415

Pensiunan ASN Pemprov DKI, Sukses Kembangkan Urban Farming

(Foto: Reza Hapiz)

Pensiun dari jabatan Kepala Seksi Lingkungan Hidup Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan, tak lantas membuat Abdul Rahman (61) mengurangi aktifitasnya. Usai pensiun, dirinya langsung mengembangkan urban farming, yang memanfaatkan lantai tiga rumahnya di Jalan Saraswati, RT 02/11, Cipete Utara, Kebayoran Baru.

Saya itu pensiun baru 2018

Berbekal pengetahuan dan pengalaman tentang penanaman dengan sistem hidroponik saat masih menjadi ASN, Rahman mencoba mengisi waktu pensiun dengan praktik urban farming. Bagian atas rumah disulap menjadi lahan pertanian.

"Saya itu pensiun baru 2018, tapi sebelumnya sudah berpikir bagaimana mengisi masa pensiun saya biar tidak bosen di rumah. Jadi empat tahun sebelum pensiun, saya mulai coba-coba urban farming," ujarnya, Selasa (13/2).

Kala itu ia masih harus belajar dan sharing dengan teman-temannya dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan. Sebab, beberapa kali tanaman yang ada di lahannya gagal panen.

"Tidak langsung bisa, kan kita belajar, lihat dari penyuluhan Sudin KPKP waktu itu. Kadang baru tumbuh daun sudah kering, gagal panen, diserang hama. Ya macam-macam lah kendalanya waktu pertama menanam," ucapnya.

Berbagai jenis tanaman sayur, buah dan tanaman obat keluarga (Toga) ada di lahan pertaniannya. Beberapa di antaranya anggur hijau, labu madu, sereh, cabai, sawi, kucai dan jeruk nipis jumpo. 

"Ada juga media tanam dengan pot. Itu ada kelengkeng mini dan belimbing," tuturnya sambil menunjukkan beberapa tanaman yang telah berbuah.

Usahanya tak sia-sia, kini setelah pensiun ia memiliki kegiatan yang bukan hanya sekedar menyalurkan hobi, tetapi juga bisa menghasilkan uang. Sebab, tidak cuma dikonsumsi sendiri, ada juga beberapa hasil panennya yang dijual.

"Ini juga membantu keluarga untuk ketahanan pangan, jadi lumayan tidak perlu membeli. Sawi kita panen dua bulan sekali, hasilnya kita jual ke pedagang bakso dan mie ayam," ungkapnya.

Rahman dengan tangan terbuka menyambut baik apabila ada warga yang ingin belajar pertanian kota di rumahnya. 

"Saya bukan ahlinya, cuma sekadar sharing saja bisa. Jadi kalau mau tanya-tanya tentang urban farming, ya kita belajar bersama di sini," tandasnya sambil memetik labu madu yang sudah siap panen.

BERITA TERKAIT
317 Dasawisma Kelurahan Cipete Utara Dikukuhkan

Dasa Wisma Kelurahan Cipete Utara Dikukuhkan

Sabtu, 29 Desember 2018 4808

 Jakpus Miliki 30 Pertanian Perkotaan Baru Sepanjang 2018

Jakpus Miliki 30 Titik Urban Farming Baru

Rabu, 17 Oktober 2018 6797

 Urban Farming di Cempaka Putih Timur Panen Perdana

Urban Farming Terus Dikembangkan di Cempaka Putih Timur

Jumat, 06 April 2018 4302

BERITA POPULER
Sekolah swasta gratis doc

103 Sekolah Swasta di Jakarta Gratis, Ini Daftarnya

Jumat, 24 April 2026 17460

Sekolah Sint Joseph jati

Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

Minggu, 26 April 2026 881

Cuaca hujan 10022026 doc

Hujan Ringan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim

Minggu, 26 April 2026 801

70 Peserta Ikuti Sosialisasi Pilah Sampah di Kelurahan Kayu Manis

70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

Sabtu, 25 April 2026 919

HUT TMII ke 51, Disparekraf DKI Suguhkan Kado Istimewa Lumina Jakarta

HUT ke-51 TMII, Disparekraf DKI Suguhkan Lumina Jakarta

Sabtu, 25 April 2026 734

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks