Ketua DPRD DKI Dorong Normalisasi Sungai Terus Dikebut

Selasa, 06 Februari 2018 Reporter: Oki Akbar Editor: Andry 2509

Ketua DPRD Dorong Pelaksanaan Normalisasi Sebagai Solusi Banjir

(Foto: Oki Akbar)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mendorong Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) terus mengebut program normalisasi sungai di Ibukota.

Solusinya itu memang harus dinormalisasi 

"Solusinya itu memang harus dinormalisasi agar sejumlah kawasan tidak kembali terendam ketika ada banjir kiriman," ujarnya, Selasa (6/2).

Menurut Prasetio, dari hasil peninjauannya ke lokasi banjir di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, kemarin malam, banjir di wilayah tersebut dipicu akibat masih ada bantaran Sungai Ciliwung yang belum dipasang sheet pile.

"Di Kebon Baru itu ada yang tidak tergenang, tepatnya di belakang SMAN 8. Itu karena ada sheet pile. Sementara di lokasi yang terendam karena tidak ada sheet pile. Kesimpulannya, lebar sungai harus optimal dan sesuai dengan fungsinya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Gubernur Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Terpenuhi

Gubernur Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Terpenuhi

Selasa, 06 Februari 2018 2922

 Banjir di Rawajati Berangsur Surut

Banjir di Rawajati Berangsur Surut

Selasa, 06 Februari 2018 2804

BERITA POPULER
Parkir liar kalisari nur ist

Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

Senin, 06 April 2026 30597

Penertiban PKL Liar di Jalan Rasuna Said Dilakukan Secara Humanis

Kasatpol PP Jaksel Pastikan Penertiban PKL di Jalan HR Rasuna Said Humanis

Selasa, 07 April 2026 2979

DJI 0221

Jakarta Melesat Duduki Peringkat Kedua Kota Teraman di ASEAN

Selasa, 07 April 2026 2936

Pelanggar Trantibum di Cempaka Putih Ditindak

Pelanggar Trantibum di Cempaka Putih Ditindak

Rabu, 08 April 2026 2080

Pengurasan Saluran Jalan Hadiah Utama 1

Pengurasan Saluran Jalan Hadiah Utama 1 Angkut 550 Karung Lumpur

Rabu, 08 April 2026 1185

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks