Jakarta Raih Peringkat Pertama Kota Paling Global

Reporter : Erna Martiyanti | Editor : Lopi Kasim | Selasa, 15 April 2014 18:01 WIB | Dibaca 9022 kali
Jakarta Raih Peringkat Pertama Kota Paling Global (Foto : / Beritajakarta.id)

Hasil studi dari A.T Kearney, sebuah perusahaan konsultan global yang dikenal di lini industri dan sektor publik menempatkan DKI Jakarta di urutan pertama dari 34 kota di dunia sebagai kota paling global.  Hasil tersebut telah disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Selasa (15/4).

" Tapi, Jakarta perlu meningkatkan keberadaan pusat-pusat pendidikan berskala internasional, yang merupakan salah satu aspek di mana Jakarta masih tertinggal dibanding kota lain"

Head of Asia Pasific A.T. Kearney, John Kurtz, mengatakan, dari hasil studi, Jakarta berpotensi berkembang hingga seperti kota-kota di dunia, termasuk New York. Selama dua tahun terakhir, sebanyak 34 kota di sejumlah negara berkembang yang dianalisis dengan 24 parameter yang terbagi dalam lima dimensi. Kelimanya yakni aktivitas bisnis, sumber daya manusia, pertukaran informasi, pengalaman sosial budaya dan kestabilan politik.

Hasilnya, Jakarta menempati urutan pertama, disusul dengan Manila (Filipina), Addis Ababa (Ethiopia), Sao Paulo (Brazil), New Delhi (India), Rio de Janeiro (Brazil), Bogota (Kolumbia), Mumbai (India), dan lain-lain.

Berdasarkan data pendamping, lanjut John, New York (Amerika Serikat) dan London (Inggris) tetap menjadi dua kota global di dunia yang paling maju. Jakarta, Manila dan kota-kota tersebut paling memungkinkan untuk mengejar ketertinggalan dan memperbaiki posisi global, beberapa dekade ke depan.

Menurut John, prestasi tersebut dicapai Jakarta karena perbaikan-perbaikan secara signifikan dilakukan oleh Pemprov DKI. Selain itu, penilaian dilihat karena semakin kondusifnya pelaksanaan bisnis di Jakarta. Hal itu ditandai dengan tingginya pendapatan per kapita. Perbaikan sumber daya manusia juga kian signifikan.

Aksi yang paling didukung yakni dengan dimulainya proyek transportasi massal, yakni mass rapid transit (MRT), monorel, dan pengadaan ratusan bus Transjakarta. Selain itu, Jakarta juga tengah membangun pelabuhan baru untuk pendukung ekspor dan impor.

"Tapi, Jakarta perlu meningkatkan keberadaan pusat-pusat pendidikan berskala internasional, yang merupakan salah satu aspek di mana Jakarta masih tertinggal dibanding kota lain," ujarnya, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (15/4).

Dikatakan John, hasil studi ini telah diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Hasil studi itu diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap kota melalui ukuran dan posisi saat ini dan kemungkinan perkembangannya di masa datang serta mengukur parameter-parameter yang lengkap pada tataran kota.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, merespon positif peringkat yang diperoleh Jakarta. Hasil penilaian tersebut bahkan akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan koreksi pada pelaksanaannya ke depan. "Kita merespon positif penilaian seperti ini, bisa kita pakai untuk evaluasi dan koreksi mana yang sudah benar mana yang belum benar," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pelayanan masyarakat menjadi salah satu aspek yang menjadi penilaian. Pemprov DKI Jakarta pun telah melaksanakan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP). "Memang yang banyak dilihat, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan transportasi, meskipun baru dimulai tapi kan sudah dimulai. Kemudian masalah dengan banjir saya kira sudah melihat waduk yang dibersihkan. Ketiga yang berkaitan dengan masalah basic human KJS dan KJP," tandasnya.

TOP