PT FSTJ Bidik Pasar Beras Kawasan Timur Tengah

Jumat, 20 Mei 2022 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Erikyanri Maulana 3209

FSTJ Bidik Pasar Beras Kawasan Timur Tengah

(Foto: Istimewa)

PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) melakukan peluncuran ekspor perdana beras dengan brand FS Yasamin ke Riyadh, Saudi Arabia. Tak hanya Saudi Arabia, ke depan, PT FSTJ juga akan mengincar pasar negara Timur Tengah lainnya seperti, Uni Emirat Arab, Oman, dan Iran.

Harapannya produk kita, FS Yasamin ini bisa menembus pasaran Saudi Arabia

Direktur Utama PT FSTJ, Pamrihadi Wiraryo mengatakan, nasi sebagai salah satu makanan pokok masyarakat Timur Tengah merupakan pasar yang potensial bagi pihaknya untuk diseriusi. Ia, berharap produk dengan brand FS Yasamin itu bisa diterima dengan baik oleh pasar Timur Tengah.

"Jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia di Arab Saudi sangat besar. Seperti saat musim haji, kuota jemaah kita mencapai 200 ribu," ujarnya, Jumat (20/5).

Jumlah itu di luar warga keturunan dan tenaga kerja asal Indonesia yang bermukim di kawasan Timur Tengah. Diperkirakan, jumlah warga keturunan dan tenaga kerja asal Indonesia yang bermukim di Arab Saudi mencapai 100 ribu orang lebih. Pihaknya yakin, mereka akan lebih memilih beras dari negara asal untuk dikonsumsi harian. Karena itu, di tahun 2022 pihaknya menargetkan bisa rutin mengeskpor hingga empat kontainer per bulan dengan setiap pengiriman satu kontainer berisi 20-23 ton beras.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan BUMD Aneka Usaha Seluruh Indonesia (Perdasi) itu, keyakinannya diperkuat dengan pembacaan pasar yang dilakukan mitra kerjasamanya di Arab Saudi, Al Raqeeb Universal Group. Sebagai perusahaan rekanan yang membeli dan mendistribusikan produknya di Saudi Arabia, mereka menyatakan produk PT FSTJ sudah dinanti pasar.

Bila semua berjalan sesuai target, Pamrihadi menjelaskan, efek bisnis juga akan berdampak terhadap 40 ribu petani binaan di sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Sulawesi. Hingga akhir tahun ini, Ia menargetkan bisa mengembangkan lahan pertanian hingga 7.500 hektare.

"Target kita di tahun 2022 ini satu bulan empat kontainer bisa masuk ke Timur Tengah," tandasnya.

Dikatakan Pamrihadi, secara bisnis pihaknya bekerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group sebagai perusahaan rekanan yang membeli dan mendistribusikan produknya di Saudi Arabia.

"Harapannya produk kita, FS Yasamin ini bisa menembus pasaran Saudi Arabia bersaing dengan beras dari Thailand dan Vietnam," ucapnya.

Dia menambahkan, produk beras FS Yasamin dalam kemasan lima kilogram itu secara ekonomis setara Rp 15 ribu per kilogram. Dari keseluruhan 19 ton beras yang dieskpor perdana memiliki nilai ekonomis mencapai Rp 285 juta. Tahapan kerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group, menurut Pamrihadi sudah dirintis sejak 2021 lalu. Untuk mengurus perizinan dan akses pengiriman, Pamrihadi mengaku dibantu oleh KBRI di Riyadh.

"Beras yang kita produksi itu jenis varietas IR 64 dari lahan di Indramayu. Produk ini juga sudah memenuhi persyaratan halal sesuai aturan kedua negara," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Anies: Ini Penanda Produk Lokal Diterima Pasar Internasional

Lepas Ekspor Perdana Beras FS Yasamin ke Riyadh, Gubernur Anies: Ini Penanda Produk Lokal Diterima Pasar Internasional

Jumat, 20 Mei 2022 2466

Ketua Komisi B Dukung Ekspansi Pasar Food Station

Ketua Komisi B Dukung Ekspansi Pasar Food Station

Selasa, 17 Mei 2022 2378

BERITA POPULER
Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3331

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 2081

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1622

Pramono kunjungan ciangir rezap

Manfaatkan Sampah Organik, DKI Bakal Bangun Pusat Ketahanan Pangan di Ciangir

Jumat, 31 Juli 2026 1419

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 772

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks