Karung Lumpur Hasil Pengerukan Dibiarkan Menumpuk

Minggu, 16 Maret 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Agustian Anas 3546

karung-lumpur-saluran-air.jpg

(Foto: doc)

Pengerukan sejumlah saluran air dan saluran penghubung (PHB) di Jakarta Utara dikeluhkan warga. Hal ini dikarenakan lumpur hasil pengerukan dibiarkan teronggok di pinggir jalan. Selain mengakibatkan lingkungan menjadi semrawut, kondisi ini juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan tak jarang menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Sudah hampir sepekan, karung berisi lumpur dan sampah tersebut dibiarkan menumpuk di jalan, seperti terlihat di Jl Yos Sudarso, Jl Pluit Raya, Jl Cakung Cilincing dan Jl Pegangsaan Dua.

Solihin (31), warga RW 05, Rawabadak Utara, Koja, mengeluhkan tumpukan karung lumpur di sekitar kantor Damkar dan PB Kelurahan Rawabadak Utara. Pasalnya, tumpukan karung lumpur sampah itu mengotori jalan dan menimbulkan bau tak sedap.  "Apalagi kalau hujan, lumpur bisa terbawa air sehingga mengotori jalan," keluhnya, Minggu (16/3).

Hal yang sama juga dikatakan Dery (34) warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua. Selain membuat kotor, ia juga khawatir lumpur kembali masuk ke dalam saluran. "Kalau tidak segera diangkut, nanti lumpurnya berceceran dan kembali masuk ke saluran air. Lagipula, kenapa sudah sepekan lebih tidak diangkut juga," ketusnya.

Kasie Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Sumber Daya Air, Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja, membenarkan sejak satu bulan terakhir pihaknya melakukan pengerukan sejumlah saluran air untuk mengurangi banjir. Namun pengerjaan dilaksanakan oleh Kasie PU Tata Air masing-masing kecamatan.

"Nanti akan saya koordinasikan dengan Kasie PU di tingkat kecamatan. Saya akan minta mereka segera mengangkut karung lumpur tersebut," janjinya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2248

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 733

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 635

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1397

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1012

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks