Minggu, 16 Maret 2014
Reporter: Budhi Firmansyah Surapati
Editor: Agustian Anas
3850
(Foto: doc)
Pengerukan sejumlah saluran air dan saluran penghubung (PHB) di Jakarta Utara dikeluhkan warga. Hal ini dikarenakan lumpur hasil pengerukan dibiarkan teronggok di pinggir jalan. Selain mengakibatkan lingkungan menjadi semrawut, kondisi ini juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan tak jarang menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Sudah hampir sepekan, karung berisi lumpur dan sampah tersebut dibiarkan menumpuk di jalan, seperti terlihat di Jl Yos Sudarso, Jl Pluit Raya, Jl Cakung Cilincing dan Jl Pegangsaan Dua.
Solihin (31), warga RW 05, Rawabadak Utara, Koja, mengeluhkan tumpukan karung lumpur di sekitar kantor Damkar dan PB Kelurahan Rawabadak Utara. Pasalnya, tumpukan karung lumpur sampah itu mengotori jalan dan menimbulkan bau tak sedap. "Apalagi kalau hujan, lumpur bisa terbawa air sehingga mengotori jalan," keluhnya, Minggu (16/3).
Hal yang sama juga dikatakan Dery (34) warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua. Selain membuat kotor, ia juga khawatir lumpur kembali masuk ke dalam saluran. "Kalau tidak segera diangkut, nanti lumpurnya berceceran dan kembali masuk ke saluran air. Lagipula, kenapa sudah sepekan lebih tidak diangkut juga," ketusnya.
Kasie Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Sumber Daya Air, Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Kuryatna Atmadja, membenarkan sejak satu bulan terakhir pihaknya melakukan pengerukan sejumlah saluran air untuk mengurangi banjir. Namun pengerjaan dilaksanakan oleh Kasie PU Tata Air masing-masing kecamatan.
"Nanti akan saya koordinasikan dengan Kasie PU di tingkat kecamatan. Saya akan minta mereka segera mengangkut karung lumpur tersebut," janjinya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7033
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4641
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2152
Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik
Sabtu, 31 Oktober 2026
1312
Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan