10 Ribu Alat Peraga Kampanye di Jaktim Ditertibkan

Sabtu, 22 Maret 2014 Reporter: Nurito Editor: Lopi Kasim 2576

atribut_kampanye.jpg

(Foto: doc)

Penertiban alat peraga kampanye pemilihan legislatif (pileg) dilakukan panitia pengawas pemilu (panwaslu) Jakarta Timur, mulai Jumat (21/3) hingga Sabtu (22/3) siang. Hasilnya, sebanyak 10 ribu lebih alat peraga kampanye berhasil ditertibkan untuk kemudian seluruh alat peraga itu dikumpulkan di kantor kecamatan yang ada di wilayah tersebut.

Ketua Bidang Penanganan Pelanggaran Pokja Kampanye, Panwaslu Jakarta Timur, Ahmad Syarifudin mengatakan, penertiban alat peraga kampanye ini dilakukan oleh sekitar 200 petugas gabungan dari unsur Panwaslu, Satpol PP dan kepolisian. Minimnya jumlah personil dan peralatan pendukung, membuat penertiban belum bisa dilakukan 100 persen. Namun, pihaknya berjanji sebelum memasuki masa tenang pada 5 April mendatang, seluruh wilayah Jakarta Timur sudah steril.

“Kita sudah kelelahan karena bekerja dari malam hingga siang ini. Jadi penertiban masih akan kita teruskan sampai wilayah benar-benar bersih dari alat peraga partai politik. Seluruh alat peraga itu disimpan di tiap kantor kecamatan. Pihak partai politik maupun caleg dapat mengambil atribut tersebut namun harus menandatangani berita acara pengambilan,” ujar Syarifudin, Sabtu (22/3).

Menurutnya, alat peraga yang sulit dijangkau terdapat di atas pohon tinggi dan tiang listrik. Alasannya, peralatan yang ada sangat minim. Ke depan pihaknya akan berkoordinasi dan meminta bantuan Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana maupun dengan Sudin Energi dan Perindustrian Jakarta Timur.

Pihaknya pun sangat menyayangkan pada caleg maupun pengurus partai politik yang tidak menaati peraturan. Sebab sudah jelas disebutkan dalam peraturan KPU nomor 15/2013 tentang kampanye dan pemasangan alat peraga. Bahwa pemasangan tidak boleh dilakukan di tempat terlarang seperti pohon, tiang listrik, sarana ibadah, sarana pendidikan dan tempat-tempat lainnya. Namun sayangnya peraturan tersebut tak dihiraukan mereka.

“Kenapa caleg bisa pasang alat peraga di tiang listrik dan pohon. Ini salah siapa, apa calegnya tidak membaca peraturan atau sosialisasi peraturan KPU yang kurang. Kami sayangkan hal itu terjadi karena dapat mengganggu ketertiban umum,” imbuh Syarifudin.

Jenis alat peraga yang ditertibkan tersebut antara lain berupa bendera, spanduk, baliho dan billboard. Caleg sebenarnya dilarang memasang alat peraga menggunakan billboard namun hal itu juga tak dihiraukan. Terbukti mereka banyak menggunakan billboard. Padahal billboard hanya boleh dilakukan partai politik, bukan individu calegnya.

Daerah terbanyak alat peraga yang ditertibkan adalah di wilayah daerah pemilihan 5 (Kecamatan Duren Sawit, Kramatjati, Jatinegara ) dan dapil 4 (Cakung, Pulogadung, Matraman). Sayangnya ia tak merinci jumlah alat peraga yang ditertibkan di tiap kecamatan tersebut. Alasannya masih dilakukan pendataan kembali.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7153

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4839

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2581

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2556

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1233

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks