Usaha Konveksi di Tambora Harus Punya APAR

Jumat, 14 Maret 2014 Reporter: Widodo Bogiarto, Hendi Kusuma Editor: Widodo Bogiarto 4702

tabung_pemadam.jpg

(Foto: doc)

Kawasan Tambora, Jakarta Barat masih menjadi daerah paling rawan kebakaran di ibu kota. Selain karena pemukiman padat penduduk, banyaknya usaha konveksi serta sambungan listrik liar juga menjadi pemicu kasus kebakaran di wilayah terpadat di ibu kota itu terus meningkat setiap tahun.

Untuk menekan tingginya kasus kebakaran, aparat setempat sudah berusaha melakukan berbagai upaya mulai dari razia sambungan listrik liar hingga sosialisasi bahaya kebakaran kepada masyarakat. Ke depan, rencananya setiap bangunan konveksi di wilayah itu diharuskan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Dengan adanya APAR, kebakaran skala kecil bisa cepat diatasi sehingga tidak merembet ke bangunan di sebelahnya," kata Yunus Burhan, Camat Tambora, Jumat (14/3).

Dikatakan Yunus, sebagian wilayah Kecamatan Tambora dipenuhi usaha konveksi. Sehingga saat terjadi kebakaran, api lebih cepat membesar dan menyambar ke pemukiman warga. Karena itulah, pihaknya bererenca memanggil para pengusaha konveksi untuk menyediakan Apar sendiri. “Para pengusaha konveksi akan kita panggil, kita harapkan mereka bisa menyediakan APAR sendiri” katanya.

Ia menambahkan, di tingkat kelurahan sampai RT/RW sudah memiliki alat tersebut. Dana yang digunakan adalah dana PPMK dan CSR. “Di setiap wilayah sudah memiliki alat APAR sendiri, biasanya dari anggaran PPMK dan dana yang diberikan oleh CSR," tuturnya.

Menurut Yunus, di wilayahnya ada 11 kelurahan yang rawan kebakaran, di antaranya, Angke, Jembatan Besi, Kalianyar dan Krendang. "Penyebab dominan kebakaran selama ini karena arus pendek listrik. Untuk mengatasinya kami selalu berkoordinasi dengan PLN dan menjadwalkan apel gabungan setiap Rabu," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta, Subejo mengakui, kawasan Tambora masih menjadi kawasan yang rawan terjadi kebakaran di ibu kota. Sebab, kawasan tersebut terdiri dari bangunan-bangunan semi permanen yang rapat, padat dan berkarakteristik jalan-jalan sempit.

Menurut Subejo, ke depan harus ada langkah nyata agar kawasan Tambora bisa terbebas dari bencana kebakaran. Salah satunya dengan peran serta dari masyarakat untuk turut andil menjaga rumahnya dari bahaya kebakaran. “Karena memang Tambora punya ikon sebagai daerah rawan kebakaran, harus kita ubah secara bertahap. Jadi jangan dibiarkan daerah itu menjadi rawan terus,” tandasnya.

Tak hanya itu, sinergi antara instansi lain seperti PLN dalam merapikan instalasi listrik di rumah warga juga perlu dilakukan agar bahaya kebakaran bisa diminimalisir.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 36463

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 20834

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5279

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3906

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2694

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks