Uang Proyek Kampung Deret Dibawa Kabur Mandor

Kamis, 13 Maret 2014 Reporter: Dunih, Andry Editor: Dunih 4007

kampung_deret_kalibaru_timur_andri.jpg

(Foto: doc)

Sebanyak 55 rumah warga RW 06, Jalan Kalibaru Timur, Senen, Jakarta Pusat, yang dibedah menjadi kampung deret terpaksa terhenti pembangunannya akibat ulah mandor bangunan. Pasalnya, uang pembangunan bedah rumah yang telah dibayarkan warga sebesar 40 persen, dibawa kabur mandor proyek bangunan tersebut. Imbasnya, pekerja bangunan enggan melanjutkan pembangunan karena takut tidak dibayar.

Rudi Sanusi, warga setempat mengatakan, di RW 06, Jalan Kalibaru Timur, terdapat 55 rumah milik warga yang dibedah menjadi kampung deret. Puluhan rumah itu rencananya akan dibangun dua lantai dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan.

"Yang dibangun ada 55 rumah dari 12 RT. Rata-rata rumah dibangun dua lantai. Rumah yang dibangun itu ada di Gang 2, 3 dan 4 Dalam," tuturnya saat ditemui di lokasi, Kamis (13/3).

Menurutnya, program pembangunan kampung deret di perkampungan ini baru berjalan sebulan. Namun, belum selesai dikerjakan, karena sang mandor membawa kabur uang warga yang seharusnya diberikan kepada pekerja bangunan.

"Proyek terhambat karena uang buat bayar pekerja dibawa kabur mandor. Padahal, kampung deret ini ditargetkan rampung satu bulan," bebernya.

Rudi menambahkan, uang upah pekerja bangunan yang dibayarkan warga kepada mandor jumlahnya variatif. Namun yang jelas, mandor bangunan telah menerima uang gaji pekerja selama satu bulan sebesar 40 persen.

"Warga sudah bayar 40 persen dari tahap pertama. Mandor janjinya selesai satu bulan. Di mana satu rumah dikerjakan tiga kuli bangunan. Tapi sampai sekarang belum ada pembangunan rumah yang selesai," keluhnya.

Atas kejadian ini, lanjut Rudi, warga RW 06 bersama ratusan kuli bangunan sempat menyambangi Mapolsek Senen dengan maksud melakukan mediasi. Mediasi dilakukan mengingat para pekerja bangunan kampung deret enggan melanjutkan pembangunan 55 unit rumah warga.

"Para pekerja menuntut warga agar membayar gajinya. Padahal itu urusan mandor," jelasnya.

Rudi sendiri mengaku, rumah pribadinya yang juga terpilih dalam program kampung deret telah dibongkar pada 12 Februari 2014. Namun, pembangunan baru dimulai dua hari setelahnya atau tepatnya pada 14 Februari 2014.

Terkait hal itu, Kapolsek Senen, Kompol Kartono membenarkan, adanya laporan warga terkait kasus ini pada Senin (10/3) malam lalu. Sampai kini, jajarannya tengah mengumpulkan keterangan guna mengejar mandor yang dilaporkan membawa kabur uang warga.

"Kita masih lakukan pengejaran, karena baik mandor ataupun konsultan pembangunan terbukti menghilang," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI, Yonathan Pasudong tidak bisa dikonfirmasi terkait kasus mangkraknya pembangunan kampung deret tersebut.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7141

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4831

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2305

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2526

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1173

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks