Ahok Ajak Warga Bantaran Mookevart Pindah ke Rusun

Kamis, 09 April 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 3923

Ahok Lobi Warga Pinggir Kali Mookervart Pindah ke Rusun

(Foto: Erna Martiyanti)

Bantaran kali bukanlah tempat yang tepat untuk rumah tinggal. Selain berbahaya bagi keselamatan jiwa, keberadaan rumah tinggal juga menyebabkan kali menjadi rawan banjir. Agar penghuni bantaran Kali Mookevart pindah, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pun tak segan-segan mendatangi warga langsung dan mengajaknya untuk pindah ke rumah susun (rusun) yang telah disediakan Pemprov DKI.  

Nanti tinggal di rusun saja ya bu, karena ini akan dibuat jalan

Selama ini lahan yang mereka tempati merupakan trase jalan inspeksi. Dalam kunjungannya, Basuki sengaja berjalan kaki sambil menyapa warga. Seharusnya trase jalan inspeksi di lokasi tersebut selebar 20 meter. Namun saat ini baru dibuat dengan lebar 7,5 meter saja. Karena sebagian lahan masih dihuni oleh warga.

"Nanti tinggal di rusun saja ya bu, karena ini akan dibuat jalan," kata Basuki, di pinggir Kali Mookervart, Jakarta Barat, Kamis (9/4).

Diakui Basuki, warga yang masih menempati lahan tersebut akan direlokasi ke Rusunawa Daan Mogot yang masih dibangun. Nantinya bagi warga yang memiliki sertifikat atas lahan yang dihuni akan dibayar sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun, untuk yang tidak memiliki sertifikat hanya dipindahkan ke rusunawa saja.

"Kalau rusun belum siap, dilakukan bertahap. Nantinya kalau pindah di sana dikasih usaha juga. Kita mau bangun seperti Central Park, saling kerja sama ya. Kita lagi siapkan biar bisa pindah, warga hidup lebih baik. Kita nanti pindahkan ke rusun," ucapnya.

Ahok juga meminta kepada Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi, agar mendata warga yang memiliki usaha. Sehingga nantinya saat di rusunawa warga tetap bisa menjalankan usahanya.

"Jadi yang punya warung kalau pindah ke rusunawa harus tetap dikasih lapak dagangan. Harus pastikan dapat dagang juga. Tapi, jangan sampai yang tidak dagang juga minta," tegasnya.

Dariyah (35) warga setempat, mengaku, mau dipindahkan ke rusunawa. Asalkan mendapat ganti rugi lahan. Pasalnya, selama ini dirinya bersama dengan keluarga telah sejak lama tinggal di lokasi tersebut.

"Saya mau pindah ke rusun, tapi harus ada ganti rugi," pintanya.

 

BERITA TERKAIT
DKI Lanjutkan Pembangunan Dua Rusunawa di Jakbar

DKI Lanjutkan Pembangunan Dua Rusunawa di Jakbar

Senin, 06 April 2015 6567

pasar sindang

Dua Pasar di Jakut Akan Dilengkapi Rusunawa

Jumat, 03 April 2015 9327

 Rusunawa Sukapura Akan Direhab

Butuh Rp 800 Juta Perbaiki Rusunawa Sukapura

Minggu, 22 Maret 2015 7918

ilustrasi pembangunan rusunnawa

Proyek Rusun Daan Mogot Dikebut

Rabu, 06 Agustus 2014 11299

Rusunawa Daan Mogot

114 Warga Siap Direlokasi ke Rusun Daan Mogot

Senin, 06 Oktober 2014 7939

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9252

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3223

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3643

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1937

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1509

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks