Ahok Ajak Warga Bantaran Mookevart Pindah ke Rusun

Kamis, 09 April 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 4051

Ahok Lobi Warga Pinggir Kali Mookervart Pindah ke Rusun

(Foto: Erna Martiyanti)

Bantaran kali bukanlah tempat yang tepat untuk rumah tinggal. Selain berbahaya bagi keselamatan jiwa, keberadaan rumah tinggal juga menyebabkan kali menjadi rawan banjir. Agar penghuni bantaran Kali Mookevart pindah, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pun tak segan-segan mendatangi warga langsung dan mengajaknya untuk pindah ke rumah susun (rusun) yang telah disediakan Pemprov DKI.  

Nanti tinggal di rusun saja ya bu, karena ini akan dibuat jalan

Selama ini lahan yang mereka tempati merupakan trase jalan inspeksi. Dalam kunjungannya, Basuki sengaja berjalan kaki sambil menyapa warga. Seharusnya trase jalan inspeksi di lokasi tersebut selebar 20 meter. Namun saat ini baru dibuat dengan lebar 7,5 meter saja. Karena sebagian lahan masih dihuni oleh warga.

"Nanti tinggal di rusun saja ya bu, karena ini akan dibuat jalan," kata Basuki, di pinggir Kali Mookervart, Jakarta Barat, Kamis (9/4).

Diakui Basuki, warga yang masih menempati lahan tersebut akan direlokasi ke Rusunawa Daan Mogot yang masih dibangun. Nantinya bagi warga yang memiliki sertifikat atas lahan yang dihuni akan dibayar sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Namun, untuk yang tidak memiliki sertifikat hanya dipindahkan ke rusunawa saja.

"Kalau rusun belum siap, dilakukan bertahap. Nantinya kalau pindah di sana dikasih usaha juga. Kita mau bangun seperti Central Park, saling kerja sama ya. Kita lagi siapkan biar bisa pindah, warga hidup lebih baik. Kita nanti pindahkan ke rusun," ucapnya.

Ahok juga meminta kepada Walikota Jakarta Barat, Anas Effendi, agar mendata warga yang memiliki usaha. Sehingga nantinya saat di rusunawa warga tetap bisa menjalankan usahanya.

"Jadi yang punya warung kalau pindah ke rusunawa harus tetap dikasih lapak dagangan. Harus pastikan dapat dagang juga. Tapi, jangan sampai yang tidak dagang juga minta," tegasnya.

Dariyah (35) warga setempat, mengaku, mau dipindahkan ke rusunawa. Asalkan mendapat ganti rugi lahan. Pasalnya, selama ini dirinya bersama dengan keluarga telah sejak lama tinggal di lokasi tersebut.

"Saya mau pindah ke rusun, tapi harus ada ganti rugi," pintanya.

 

BERITA TERKAIT
DKI Lanjutkan Pembangunan Dua Rusunawa di Jakbar

DKI Lanjutkan Pembangunan Dua Rusunawa di Jakbar

Senin, 06 April 2015 6716

pasar sindang

Dua Pasar di Jakut Akan Dilengkapi Rusunawa

Jumat, 03 April 2015 9590

 Rusunawa Sukapura Akan Direhab

Butuh Rp 800 Juta Perbaiki Rusunawa Sukapura

Minggu, 22 Maret 2015 8172

ilustrasi pembangunan rusunnawa

Proyek Rusun Daan Mogot Dikebut

Rabu, 06 Agustus 2014 11695

Rusunawa Daan Mogot

114 Warga Siap Direlokasi ke Rusun Daan Mogot

Senin, 06 Oktober 2014 8163

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7096

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4786

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1770

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2432

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 961

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks