Dokter RSUD Cengkareng Minta Tambahan Insentif

Selasa, 11 Maret 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Dunih 6823

jokowi_blusukan_rsud_cengkareng.jpg

(Foto: doc)

Para tenaga medis sepeti dokter dan karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Cengkareng, Jakarta Barat, meminta agar Pemprov DKI Jakarta memberikan tambahan insentif. Permintaan itu terkait semakin meningkatnya jumlah pasien yang berobat menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS), hingga mereka merasa kewalahan.

“Memang selama ini sudah ada insentif. Tapi, sejak berlakunya BPJS dan KJS waktu kerja kami jadi ekstra. Kiranya Pemprov DKI dapat menambah insentif berupa subsidi khusus BPJS buat kami para dokter dan karyawan,” ujar dr Sony, dokter di RSUD Cengkareng saat menerima kunjungan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Selasa (11/3).

Menurutnya, sistem BPJS saat ini masih baru dan dianggap belum siap. Dengan diberlakukannya BPJS dan KJS pasien yang berobat menggunakan dua jaminan kartu kesehatan tersebut jadi membludak. Bila usulan tersebut dikabulkan maka subsidi BPJS tersebut nantinya bisa diberikan dalam bentuk tambahan untuk para tenaga medis dan karyawan yang bekerja di RSUD Cengkareng. “Sebab, dengan membludaknya pasien, kami bekerja ekstra,” tutur Sony.

Menyikapi permintaan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tidak menampik dengan adanya BPJS dan KJS jumlah pasien yang berobat melonjak tajam. Peningkatan pasien peserta BPJS dan KJS itu, kata Jokowi, tentunya berdampak pada bertambahnya pelayanan dan waktu perawatan. “Saya tahu, bila jumlah pasien bertambah berarti jam kerja juga tambah. Pelayanan tambah, tapi gaji tidak nambah,” kata Jokowi.

Untuk itu, demi mengakomodir keinginan para tenaga medis dan karyawan, dirinya akan melakukan keseimbangan. Artinya, area penerapan BPJS dan KJS itu berbeda. “Tapi meski kondisinya seperti itu, Pemprov DKI akan tetap melayani warganya dalam bidang kesehatan,” tutur Jokowi.

Terkait peningkatan jumlah pasien BPJS dan KJS, Jokowi juga akan berkoordinasi dengan sejumlah RSUD lainnya agar diberikan tambahan atau insentif kepada para tenaga medis dan karyawan rumah sakit. “Nantinya ada akan ada tiga rumah sakit umum daerah yang akan dibangun serta 1.200 tempat tidur tambahan. Kiranya dengan adanya penambahan tersebut akan dapat meringankan kerja para tenaga medis dan karyawan,” ucapnya.

Direktur RSUD Cengkareng, Sugino Kesuma Karo Karo menambahkan, berdasarkan data RSUD Cengkareng, setiap harinya melayani sekitar 600 pasien pengguna kartu BPJS, di mana 130 pasien per hari dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).  

"70 pasien dirawat di ruang inap. Sedangkan pasien yang melakukan operasi sekitar 25-30 pasien setiap hari. Kami juga menerima Jamsostek yang bisa ditukarkan dengan BPJS hingga pasien jadi membludak," tandas  Sugino.

BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9204

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3161

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3595

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1455

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1882

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks