Pembuatan Bioswale di RTH Manggala Wanabakti Capai 75 Persen

Selasa, 12 Oktober 2021 19:26 Anita Karyati 652

(Foto: Anita Karyati - Beritajakarta.id)

Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat terus mengebut pembuatan Bioswale atau infrastruktur hijau untuk mengatasi banjir di RTH depan Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Jenderal Gatot Subroto, RT 01/03, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang.

Saat ini kami fokus untuk pembuatan Bioswale di RTH Manggala Wanabakti

Kepala Seksi Perencanaan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Andya Ayu Ningrat menjelaskan, pembuatan Bioswale di RTH Manggala Wanabakti saat ini sudah mencapai 75 persen. Lalu untuk pengerjaan proyek serupa di Jalan Tambak dan Jalan Industri sudah mencapai 25 persen.

"Saat ini kami fokus untuk pembuatan Bioswale di RTH Manggala Wanabakti karena di lokasi ini memiliki ukuran luas yang kurang lebih 800 meter persegi dengan panjang 10 meter di satu sisi dan 33 meter di sisi lainnya dengan lebar masing-masing satu meter," ujarnya, Selasa (12/10).

Menurutnya, pembuatan Bioswale di RTH Manggala cukup sulit dengan kendala antara lain saat penggalian ada pengerasan lahan sehingga kedalaman pengerukan Bioswale ini hanya 40 hingga 60 sentimeter.

Pengerjaan Bioswale ini dilakukan dengan cara penggalian tanah lalu ditutup dengan karung goni setelah itu ditambahkan pipa yang sudah dilubangi lalu ditutup dengan pasir dan batu kali. Kemudian ditutup kembali dengan tanah yang sudah dicampur dengan kompos atau pupuk tanaman.

"Bioswale ini bisa dikatakan seperti filter air yang akan dialirkan ke sumur resapan. Untuk material kita non anggaran, jadi kami memanfaatkan material yang ada di sekitar taman lainnya. Kecuali pipa itu kita dapat dari sumbangan, di sini membutuhkan sebanyak 10 pipa paralon," katanya.

Setelah itu, sambung Andya, dilanjutkan dengan penataan tanaman. Nantinya sekitar lokasi Bioswale akan dikelilingi baik oleh pohon pelindung maupun tanaman hias.

"Untuk tanaman hiasnya nanti akan kami tanam ilalang hijau dan merah, kadaka, papyrus, pakis kelabang, iris dan pacing," tandasnya.