40 Peserta Ikut Pelatihan Kerja di PPKKPL Condet

Senin, 13 September 2021 12:19 Reporter : Nurito Editor : Budhy Tristanto 576

(Foto: Nurito - Beritajakarta.id)

Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan pelatihan kerja di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las (PPKKPL) atau dahulu dikenal BLK Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (13/9).  

Kami harap, kolaborasi pelatihan seperti ini masih terus berlanjut untuk masyarakat

Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI, Andri Yansyah ini merupakan hasil kolaborasi PPKKPL dengan PT Rusli Vinilon Sakti.

Menurut Andri Yansyah, kolaborasi ini untuk menciptakan SDM berkualitas yang akan diserap banyak perusahaan. Saat ini banyak perusahaan yang antri untuk mendapatkan SDM lulusan dari PPKKPL dan PPKKPL Pasar Rebo.

"Kami harap, kolaborasi pelatihan seperti ini masih terus berlanjut untuk masyarakat," ucapnya.

Karena saat ini masih masa pandemi, lanjut Andri Yansyah, dia meminta peserta dan penyelenggara kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Kepala PPKKPL, Ulin Nuha menjelaskan, pelatihan diikuti 40 peserta dibagi dalam dua angkatan. Masing-masing angkatan akan mengikuti pelatihan selama enam hari. Untuk angkatan pertama pelatihan dimulai 13 hingga 20 September. Sedangkan angkatan kedua dimulai 20 sampai 27 September.

"Sebenarnya yang mendaftar awalnya  banyak namun karena  kuota terbatas maka hanya 40 peserta yang diterima," ungkapnya.

Ulin menambahkan, kegiatan pelatihan ini murni dibiayai PT Rusli Vinilon Sakti melalui program kolaborasi sosial berskala besar (KSBB). Materi yang diberikan adalah teknik penyambungan pipa polimer dengan fusi panas.

"Materi pelatihan yang diberikan ini sesuai standar nasional, bahkan internasional," tegasnya.

Sementara, Direktur Sales Project PT Rusli Vinilon, Edward Prijadi, mengapresiasi Disnakertrans DKI Jakarta dan PPKKPL Condet yang masih memberikan kesempatan untuk kolaborasi kegiatan pelatihan ini.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus menjalin kerjasama demi meningkatkan kualitas SDM bagi generasi muda, khususnya warga Jakarta yang tengah mencari lapangan kerja.

"Harapan kami, para peserta menjadi SDM yang siap kerja. Karena instruktur yang memberikan ilmunya itu juga bersertifikasi di bidangnya," tandas Edward.